Kamis, 06 Oktober 2016

Manager PLN Area Sumedang, Ririn Rachmawardini, berfoto bersama
anak-anak pengungsi di Makodim 0610, Kabupaten Sumedang


PLN bagikan ratusan sepatu kepada anak-anak pengungsi Makodim

Kota-PLN Area Sumedang kembali memberikan bantuan kepada para korban bencana longsor. Kali ini, yang menjadi sasaran adalah anak sekolah. Manager PLN Area Sumedang, Ririn Rachmawardini, menerangkan jika PLN terus memberikan support terhadap warga yang terkena bencana longsor.

" Hari ini kita memberikan bantuan kepada anak sekolah yang ada di pengungsian Makodim 0610. Sebelumnya di daerah Gunung Puyuh, Kecamatan Sumedang Selatan, kami memberikan bantuan berupa alat tulis dan sebagainya. Tapi untuk di penampungan Makodim ini, kita khusus di sepatu dan kaos kaki saja," katanya.

Bantuan yang diberikan PLN kali ini adalah sekitar 320 pasang sepatu dan kaos kaki yang ditujukan kepada anak-anak sekolah. " Kalau beberapa waktu lalu, itu kan ada yang dari Lazis PLN area Sumedang. Sekarang, itu dari kami langsung," ujarnya.

Setelah sekitar 10 hari sebagian warga Sumedang dirundung bencana, Ririn berharap agar para korban dapat segera kembali ke keadaan sedia kala.

" Moga-moga segera ada solusi terbaik. Agar warga-warga disini kebutuhan sarana dan prasarananya tercukupi. Dan bisa kembali beraktifitas normal dan biasa lagi," harap Ririn.

Sementara itu, terkait akan adanya relokasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang, pihak PLN menyatakan siap support sepenuhnya. " Kalau saja Pemda sudah ada tempat untuk relokasi, kita sudah siap. Dari sisi material dan finansialnya PLN itu sudah siap. Kita tunggu kabar dari pemerintah saja," sebutnya. (Bay)


Tukang Bangunan Kesetrum

KOTA – Nasib naas dialami Kamil Wahyudin (57). Warga Dusun Cilimus, RT 03 RW 02, Desa Mekarmulya, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang itu tersengat listrik saat bekerja sebagai tukang bangunan di sebuah ruko di Dusun Pakemitan RT 04 RW 05, Desa/Kecamatan Situraja, belum lama ini.

Akibatnya, dia mengalami luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya. Beruntung, nyawanya masih bisa terselamatkan berkat pertolongan cepat warga yang selanjutnya dibawa ke UGD RSUD Sumedang.

Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai melalui Kabag Ops, Kompol Setya Widodo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, saat itu korban sedang bekerja di sebuah ruko yang dekat dengan jaringan listrik.

“Iya benar kejadiannya kemarin hari Selasa (4/10) sore di Situraja. Korban saat itu langsung di larikan ke RSUD Sumedang, karena mengalami luka serius,” katanya kepada, kemarin.

Awal mula kejadian, katanya, pada saat korban sedang bekerja sebagai buruh bangunan, secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang melintang tepat di depan bangunan baru tempat korban bekerja. Diketahui lokasi tempat kejadian berupa ruko, dan bangunannya terlalu menjorok ke luar sehingga berdekatan dengan kabel listrik yang melintang.

Akibat kejadian tersebut, korban, Kamil terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. “Korban pada saat itu langsung dilarikan ke RSUD agar mendapatkan penanganan medis. Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka bakar hingga 85 persen lebih,” tutur Setya Widodo. (bay)
Wakapolres Bandung, Kompol Tri Suryanti (Kiri)


Leli jadi korban senapan angin

Jatinangor-Telah terjadi dugaan penembakan terhadap salah seorang karyawati Kahatek, yang terjadi pada Kamis (6/10) pagi, sebelum jam kerja dimulai. Korban penembakan tersebut adalah warga Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Leli Novalianti (39).

Wakapolres Bandung, Kompol Tri Suryanti, menjelaskan jika penembakan tersebut dilakukan oleh pelaku bukan dengan menggunakan senjata api, melainkan hanya senapan angin biasa.

" Kalau berdasarkan laporan awal, kejadian tersebut terjadi saat korban dalam perjalanan Bandung-Garut. Dan itu bukan menggunakan senapan api, melainkan senapan angin biasa," katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (6/10).

Terkait alasan pelaku melakukan penembakan terhadap korban tersebut, pihak polres Bandung masih melakukan penyelidikan. " Kita belum tahu motifnya seperti apa, sekarang masih dalam lidik sidik oleh reskrim Polsek Rancaekek," ujar Kompol Tri.

Sementara itu, nasib korban penembakan, Leli, masih terbilang beruntung tidak mengalami luka serius atau sampai kehilangan nyawanya. " Alhamdulillah enggak apa-apa, korban hanya mendapatkan luka dibagian pinggangnya saja," sebutnya. (Bay)
Pelantikan Pengurus Baru Golkar,
Akan Tampil Beda



Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Sidik Jafar (Kanan) berbincang dengan
Kabag Ops Polres Sumedang, Kompol Setya Widodo, di lokasi pengungsian, baru-baru ini

Kota-DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, sebentar lagi akan melaksanakan pelantikan kepengurusan yang baru. Acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2016 mendatang di daerah Panyirapan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara.

Ketua terpilih DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Sidik Jafar, membenarkan akan adanya pelantikan tersebut. Ia juga menerangkan jika saat ini tengah melakukan sejumlah persiapan. " Untuk pelantikan nanti, kami sudah melakukan persiapan administrasi seperti melayangkan surat izin tempat lokasi, izin keramaian ke polsek dan polres, serta menyiapkan undangan baik untuk Muspida maupun tokoh masyarakat," katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (6/10).

Selain itu, Sidik Jafar juga menerangkan jika nuansa pelantikan kali ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena, selain pelantikan, DPD Golkar juga akan sembari melakukan kegiatan sosial. " Rencana kita pelantikan akan sangat sederhana sambil sosial. Nanti ketua dari Jawa Barat, pa Dedi Mulyadi ingin melihat anak yang kembar siam," ujarnya.

Keinginan ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membesuk anak yang kembar siam, disambut antusias oleh para kadernya. Karena acara pelantikan yang diwarnai oleh kegiatan sosial, akan memberikan kesan bermakna bagi seluruh pengurus. " Iya kami senang sekali karena nanti akan ada kunjungan dari DPD golkar Provinsi Jawa Barat, H Dedi Mulyadi. Beliau rencananya akan menengok anak yang kembar siam di daerah  Panyirapan, Desa mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara. Ini akan memberikan kesan tersendiri bagi kami di jajaran pengurus, karena susana pelantikan kali ini akan terasa berbeda dengan yang sebelumnya," kata pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, H Deden Yayan. (Bay)
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Romansah (Kanan)


Komisi D Dorong Pemerintah Pusat Perhatikan Jalur Nyalindung-Tomo

Kota-Adanya jalan amblas di jalur Sumedang - Cirebon, menjadi momok mengerikan bagi sejumlah pengendara yang biasa lewat di jalur tersebut. Amblasnya jalan hingga ketebalan 30 cm tersebut, sempat mengganggu arus lalulintas. 

Namun demikian, kondisi tersebut kini sudah mulai teratasi dengan dilakukannya pemadatan jalan oleh pihak PU. Oleh karena itu, arus lalu lintas pun kini sudah mulai lancar.
" Sudah dilakukan perbaikan jalan dengan pemadatan oleh dinas PU, dan untuk arus lalulintas kini sudah bisa dilalui dua arah," kata Kapolres Sumedang AKBP Agus Iman Rifai, melalui Ka Sub Bag Humas, AKP Dadang Rostia, Kamis (6/10).

Sementara itu, DPRD Kabupaten Sumedang belum bisa melakukan banyak hal, sehubungan jalur tersebut merupakan kewenangan pusat. " Itu sebenarnya kewenangan pusat, tapi itu juga memang mengganggu arus lalulintas. Tapi syukurlah, sekarang sedang dilakukan pengurugan terhadap jalan amblas tersebut agar bisa kembali dilalui," ujar ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Romansah, Kamis (6/10).

Melihat kondisi seperti itu, Dadang berharap pemerintah pusat bisa memperhatikan secara teknis di sepanjang jalur Tomo - Nyalindung. Karena daerah tersebut merupakan daerah rawan amblas. " Ini kejadian bukan hanya sekali, menurut saya bagusnya dengan kondisi tersebut harus dilakukan pembetonan," sebutnya.

Terkait kejadian tersebut dikatakan berbagai pihak, jika salah satunya akibat sering dilalui truk muatan besar, Dadang menyarankan agar dilakukan pengkajian terlebih dahulu. " Masalah kendaraan tonase tinggi, ya itu harus dikaji lagi. Karena memang kondisi tanah disana yang labil. Ditambah saat ini curah hujan juga sedang tinggi," tuturnya. (Bay)

Rabu, 05 Oktober 2016


Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang, Yogie Yaman Sentosa,
Usulkan penambahan anggaran untuk dana tak terduga pada perubahan APBD

DPRD Tambah Anggaran Tak Terduga Hingga Rp 1,5 M
KOTA – Rawannya kejadian bencana dan berbagai hal yang tak dinginkan, DPRD Kabupaten Sumedang menambah anggaran untuk dana tak terduga yang awalnya Rp500 juta menjadi Rp1,5 Miliar. Hal itu telah disepakati pada perubahan APBD.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang, Yogie Yaman Sentosa, membenarkan adanya tambahan anggaran tersebut. “Memang benar, pada perubahan APBD kemarin. Nantinya itu bisa digunakan untuk tanggap darurat bencana seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” katanya kepada Sumeks, Senin (3/10).
Selain itu, tambah Yogie untuk tanggap bencana, akan mendapat tambahan bantuan dari provinsi dan pemerintahan pusat. “Nanti, diluar itu akan ada juga bantuan dari pemerintahan provinsi dan pemerintahan pusat untuk bencana yng terjadi di Sumedang. Tapi memang untuk nilainya belum ada kejelasan. Nanti ditetapkan di evaluasi APBD setelah ada evaluasi APBD dari Gubernur,” ujarnya.
Yogie menjelaskan, jika anggaran tak terduga tersebut merupakan anggaran yang biasa sulit terserap. “Memang dana tak terduga disiapkan dalam APBD itu untuk antisipasi hal-hal yang tak terduga. Dan ini yang biasanya setiap tahun itu tidak terserap,” sebutnya.
Saat ditanya akan digunakan untuk apa anggaran tersebut saat ini, Yogie menyerahkan semuanya terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. “Nanti eksekutif yang akan mengusulkan untuk apa dana ini dapat bisa terserap,” tuturnya. (bay)


Sumedang butuh Wakil Bupati
KOTA – Tidak adanya wakil bupati di pemerintahan Kabupaten Sumedang, membuat kinerja Bupati Sumedang, Eka Setiawan semakin keteteran. Hal tersebut disampaikan ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumedang, Azat Sudrajat.
Azat mengatakan, walaupun tanpa seorang wakil bupati, Kabupaten Sumedang akan baik-baik saja dalam tata pemerintahannya. Namun hal tersebut harus berbanding lurus dengan kinerja Eka dan para eksekutif lainnya.
“Baik-baik sajanya ya tergantung eksekutif itu sendiri. Tapi kan ada Undang-undang tentang keberadaan Wakil Bupati disana. Itu ditujukan supaya kinerja pemerintahan bisa lebih baik. Jadi tetap saja akan lebih baik lagi jika memang wabup itu ada,” katanya ketika dikonfirmasi Sumeks, Senin (3/9).
Azat juga mencontohkan, bagaimana keteterannya Bupati Eka Setiawan yang baru-baru ini terjadi. Seperti kemarin ada PON, Pembahasan APBD Perubahan di DPRD, dan adanya Bencana longsor. Otomatis, ketika tidak ada wabup, konsen bupati terpecah kemana-mana.
“Apabila ada wakil kan tugas itu bisa dibagi-bagi. Walaupun memang baik-baik saja, tapi energi terkuras, APBD molor keputusannya, PON dipending pas hari H bencana,” ujarnya.
Selain itu, tanggapan lain datang dari Anggota Komisi II, DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs. Agus Welianto Santoso, SH. Ia mengatakan jika secara politik otoritasnya, etikanya adalah PPP yang harus menentukan sikap.
“Sejarah dan RPJMD politik Sumedang, pemilu yang melegimitasi program pemerintah Sumedang adalah saham dari PPP. Sekalipun Undang-undang pengangkatan bupati Eka seumur jagung, tapi agenda politik pembangunan Sumedang yang sudah jadi komitmen masyarakat Sumedang memilih paket alm H Endang Sukandar dan Ade Irawan harus di jalankan,” tuturnya.
Sementara itu, DPRD Kabupaten Sumedang masih terus menunggu usulan dari bupati untuk menempati wakil bupati Sumedang. “Ya kami dari DPRD Kabupaten Sumedang, menunggu usulan dari saudara bupati. Pa bupati, yang saya tahu sampai saat ini baru menerima usulan wakil bupati dari Partai Demokrat selaku pengusung Pilkada 2013. Dan dari PPP sendiri, informasinya belum memberikan nama calon untuk wakil bupati,” kata anggota Komisi A, DPRD Kabupaten Sumedang, Zulkifli M Ridwan, SE, MM. (bay)

Kabag Ops Polres Sumedang, Kompol Setya Wiodo, ketika diwawancarai sejumlah wartawan
Belum ada yang jadi korban Dimas Kanjeng di Sumedang
KOTA – Terkait adanya kejadian penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng (DK) atau Taat Pribadi, yang memakan korban hingga pelosok nusantara. Polres Sumedang memastikan di wilayah Kabupaten Sumedang, aman.
Adapun sebelumnya diberitakan bahwa ada salah seorang warga Kecamatan Sukasari yang hampir menjadi korban, itu bukan jadi acuan jika di Kabupaten Sumedang akan banyak korban penipuan tersebut.
“Sehubungan dengan terjadinya beberapa kasus atau tindak pidana penipuan terkait dengan munculnya padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, di Probolinggo, Jawa Timur, sampai saat ini Polres Sumedang belum menerima pengaduan masyarakat yang merasa jadi korban Dimas Kanjeng,” Kata Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai melalui Kabag Ops Kompol Setya Widodo, ketika dikonfirmasi Sumeks, Selasa (4/10).
Namun, terkait kejadian tersebut, AKBP Agus telah memerintahkan terhadap jajarannya di setiap Polsek untuk terus menggali informasi, khawatir akan adanya korban penipuan tersebut.
“Untuk itu, Kapolres sudah memerintahkan kepada setiap Kapolsek untuk dilakukan pengecekan oleh para babinkamtibmas. Selain itu, kita juga akan melakukan penyelidikan manakala terdapat masyarakat yang menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng,” ujarnya.
Walaupun melihat keberadaan dari Padepokan Dimas Kanjeng yang berada jauh di Provinsi Jawa Timur, Polres Sumedang tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan bentuk kejahatan penipuan.
“Karena lokasinya memang sangat jauh, mudah-mudahan di Sumedang tidak ada korban. Namun, kepada masyarakat, kami menghimbau agar tidak terlalu mudah percaya kepada siapa pun yang memberikan harapan dan iming-iming yang tidak jelas atau tidak masuk akal. mengingat kegiatan dalam penggandaan uang dalam cara apapun, itu tidak dibenarkan, baik dalam agama atau undang-undang,” sebutnya. (bay)




Yogie apresiasi adanya rotasi di tubuh pemda

Kota-Keinginan Bupati Eka Setiawan untuk melakukan rotasi terhadap sejumlah SKPD di tubuh pemerintahan Kabupaten Sumedang, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Pasalnya, saat ini masyarakat butuh pelayanan yang optimal dari pemerintah daerah.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang, asal Partai Golkar, Yogie Yaman Sentosa, menilai jika rotasi yang akan dilakukan oleh Bupati Sumedang, Eka Setiawan, memang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas pelayanan public. “ Tingginya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan public, mungkin menjadi salah satu alas an yang tepat untuk melakukan rotasi di dalam tubuh Pemda,” Katanya ketika dihubungi Sumedang Ekspres melalui telepon selular, Senin (18/7).
Yogie, yang saat ini sedang melakukan perjalanan dinas luar kota bersama anggota Badan Anggaran (Banggar) lainnya, menyarankan agar Bupati bisa selective memilih SKPD mana yang perlu dilakukan rotasi. “Sekarang Bupati tinggal menilai saja berdasarkan target kinerja. SKPD mana yang tidak memenuhi target itu, jadi akan memudahkan untuk melakukan rotasi. ini perlu karena ada korelasinya dengan kualifikasi dan kompetensi dari setiap kepala SKDP. Itukan bisa dilihat dari segi kinerja, karena itu sudah komitmen bersama antara kepala daerah dengan SKPD,” ujar Yogie.
Selain itu, adanya rotasi tersebut jangan berdasarkan suka atau tidak suka. Akan tetapi harus melakukan rotasi demi kepentingan masyarakat Sumedang. “  Jangan karena suka atau tidak suka sama kepala dinasnya. Dan memang ketika jadi bupati perlu memiliki satu tim yang solid sehingga harus melakukan perubahan baik di eselon 2 maupun 3 atau 4,” sebutnya.
Sementara itu, Yogie yang juga menjabat sebagai ketua Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapperda) menilai ada beberapa SKPD yang memang strategis untuk dilakukan rotasi. “ Biasanya yang menjadi sorotan masyarakat itu kan tidak jauh dari Infrastruktur, pendidikan dan kependudukan. Nah Bupati tinggal menilai saja, apakah dinas-dinas terkait sudah mencapai target kinerja atau belum. Apalagi kalau didalam RPJMD berarti sekarang sudah memasuki tahun ke 3,” tuturnya. (Bay)






Agung Urungkan niat masuk Golkar

Kota-Moh Agung Anugrah pastikan akan urungkan berada di tubuh Partai Golkar. Hal itu disampaikan langsung oleh Agung, kepada Sumedang Ekspres, Minggu (18/9). Pernyatan tersebut dipicu dari kekecewaan Agung karena Parti Golkar tidak mengindahkan kesepakatan yang sebelumnya telah dijanjikan kepada Agung.
“ Iya, ketika kemarin saya diminta untuk berada di struktur Golkar, tapi saya menyatakan dengan rasa hormat, saya menolaknya. Sebetulnya saya merasa tersanjung dengan tawaran itu. Namun saya sudah berpikir ulang dengan matang, bahwa sekarang ini belum saatnya untuk bergabung dengan partai manapun,” katanya kepada Sumedang Ekspres, melalui telepon selullar, minggu (18/9).
Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, ia pun turut membeberkan awal mulanya ia masuk kedalam kemelut partai Golkar sejak ramadhan lalu. “ Harus diakui, sebagai sebuah kekuatan politik, Golkar adalah partai yang sexy di mata mereka yang berniat bertarung pada Pilkada 2018. Partai golkar juga merupakan partai yang cukup untuk mencalonkan diri tanpa harus berkoalisi dengan partai lainnya. Maka dari itu, ketika bulan Ramadhan lalu, H. Taufik Gunawansyah menawari saya untuk bergabung, sontak saja saya tertarik. Bersama para kader lain, saya ikut menyukseskan jalannya Musda yang salah satunya menghasilkan Sidik Jafar sebagai Ketua DPD Golkar baru,” ujarnya.
Namun demikian, seiring akan masuknya Agung di dalam tubuh Golkar, malah memicu pro dan kontra dari beberapa tokoh yang telah lama berkiprah di Golkar. Pada saat ini Agung harus dihadapkan dengan pandangan bahwa pengusaha kopi tersebut merupakan kader ‘karbitan’, ‘ujug-ujug’ yang tidak mensejarah. “ Namun saat itu saya berpikir, apa salahnya dengan memulai satu hal baru? Bukankah semua hal ada awalnya? Bahkan pak Setya Novanto pun meminta kaum muda untuk bersama-sama membesarkan Golkar,” sebut Agung.
Setelah merasa tertarik dengan tawaran Taufik Gamawansyah, Agung yang sempat dipertemukan dengan Ketua DPD Partai Golkar Jabar, H. Dedi Mulyadi, maka terbentuk sebuah kesepakatan bahwa Agung akan berada di struktur Golkar untuk berjuang bersama Golkar. Namun, di tengah-tengah perjalanan, Agung mengatakan jika dirinya merasa ada komitmen yang tidak dipenuhi oleh partai berlambang beringin tersebut. “ Saya tak perlu panjang lebar soal bentuk komitmen itu, namun yang jelas saya merasa tidak diberi ruang dan kesempatan untuk menjelaskan berbagai hal,” ungkapnya.
Dengan demikian, hingga saat ini Agung memilih enggan untuk berkiprah di partai manapun, termasuk di partai Golkar. “ saya tetap menghormati Partai Golkar. Walaupun sebelumnya ada pihak-pihak yang tidak menyukai keberadaan saya di partai ini, Saya ikhlas dan legowo. Mungkin memang belum saatnya saya berkiprah di partai,” tuturnya.
Sementara itu, walaupun Agung mengurungkan niatnya dari partai Golkar, ia menyatakan akan tetap berusaha untuk terus membangun Kabupaten Sumedang. “ Ini tidak menyurutkan niat saya untuk membuat Sumedang lebih baik. Kondisi ini adalah pelajaran berharga buat saya, bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan penuh ketekunan, kesabaran dan ikhtiar lebih kuat untuk mencapai satu tujuan,” tegasnya.
Berkaitan dengan rekomendasi Musda soal Pilkada yang menyatakan jika ia akan diusung untuk menjadi calon bupati usungan partai Golkar, Agung menanggapi jika hal tersebut terlalu cepat untuk disampaikan kepada public. “ Saya menyampaikan rasa respek yang tinggi terhadap hal tersebut. Namun ya harus diakui, sesungguhnya belum saatnya bagi Golkar untuk menyebut nama seseorang untuk pilkada yang baru digelar dua tahun mendatang,” kata Agung.

Dan Agung juga menambahkan, jika tidak menutup kemungkinan suatu saat dirinya akan kembali masuk ke partai lain. “ Saya akan mengikuti mekanisme partai manapun bila memang kelak di kemudian hari ada peluang bagi saya untuk mencalonkan diri dalam pilkada. Untuk saat ini, saya akan fokus pada upaya mengembangkan kewirausahaan bagi warga Sumedang,” tuturnya menambahkan. (Bay)