Selasa, 22 November 2016

Hasil Polling para kandidat terus alami perubahan

PEROLEHAN  hasil sementara poling bakal calon Bupati Sumedang pilihan rakyat di hotnewssumedang.blogspot.co.id , menunjukuan adanya perubahan dari hari sebelumnya.

Terbukti, perubahan cukup Signifikan terjadi dengan sejumlah kandidat pilihan masyarakat seperti, Irwansyah Putra yang kini berada di 4 persen, Zainal Alimin 8 persen, Kompol Setya Widodo 23 persen,Herman Suryatman 4 persen, Eka Setiawan 1 persen dan Agung Anugrah 2 persen.

Sementara itu, Doni Ahmad Munir masih tetap memimpin dengan perolehan sementara menjadi 54 persen.

Catatan tersebut kami dapati pada jam 07.00 WIB.

Kami melakukan poting ini hanya tinggal empat hari lagi, untuk kedepannya tentu kami akan menambah nama-nama para kandidat sesuai dengan permintaan masyarakat.

Semoga bermanfaat
Ucie Sucita, artis pendatang baru asal Sumedang
Ucie Gadis cantik asal Sumedang, calon penerus Rossa

Sumedang - Kabupaten Sumedang terus melahirkan banyak publik figur dalam dunia entertainment. Setelah sebelumnya muncul bibit-bibit baru dalam dunia musik, seperti Vera KDI dan Hayati D'Academy, kini muncul lagi pendatang baru asli Sumedang yang bernama Suciati Ekasari, keluaran SMAN 1 Sumedang.

Berbeda dengan yang lainnya, wanita cantik yang akrab dipanggil Ucie Sucita tersebut sudah menoreh banyak prestasi di dalam dunia entertain. Salah satunya adalah pada 9 November kemarin, wanita kelahiran Sumedang, 28 Mei 1990 tersebut berhasil menyabet penghargaan kategori Artis penyanyi Dangdut pendatang baru wanita terpopular, di Indoneaian Dangdut Award Indosiar.

Ucie yang memiliki 1,5 juta viewer di lagu pertamanya ' Aku Bukan Batu Cincin ', juga merupakan seorang artis sinetron. " Iya, alhamdulillah saya juga ikut main jadi pemeran antagonis di Sinetron Senandung. Saya disana berperan sebagai Puput," katanya, Selasa (22/11).

Setelah sukses dalam entertain, Ucie yang juga kini terikat kontrak di Nagaswara tersebut, saat ini kembali masuk nominasi Anugrah Dangdut Indonesia, Kategori Penyanyi Dangdut Pendatang Baru Terpopuler di MNC TV. Ia berharap, dari berbagai prestasi yang diraihnya di Ibukota, bisa turut mengharumkan daerah kelahirannya di Kabupaten Sumedang, seperti artis fenomenal Rossa.

" Alhamdulillah, nama saya bisa jadi besar setelah main sinetron Senandung. Secara tidak langsung itu telah memperkenalkan nama saya Uci sucita. Jadi kalau kemana-kemana, nama itu sudah mulai banyak dikenal. Dan itu juga sangat berpengaruh saya bisa masuk dalam nominasi ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi awal kesuksesan saya dan bisa jadi motivasi juga dalam berkarya di balantika musik Indonesia," tutur wanita yang beralamatkan dilingkungan Kaum, belakang masjid Agung Sumedang tersebut. (Bay)
Ketua DPC PPP Kab Sumedang, Doni Ahmad Munir (Net)
Doni munir yakin maju di pemilukada 2018

Sumedang - Sekretaris Pimpinan fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI Doni Munir ST. MM. mengatakan, pihaknya meyakinkan jika jabatannya sekarang sebagai anggota DPR RI rela dilepas dan siap untuk maju dalam ajang Pemilhan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) kabupaten Sumedang tahun 2018 mendatang.

''Selain permintaan dari masyarakat, keputusan untuk maju di pemilukada tahun 2018 tersebut dipinta juga oleh internal partai dalam hal ini  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, " terangnya kepada wartawan seusai acara Sosialisasi Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka tunggal ika di aula Desa Cilayung, Selasa (22/11/2016) Sore.

Tak hanya itu, lanjut Doni, sebagian tokoh masyarakat sumedangpun meminta untuk melanjutkan kiprah PPP yang mana salahsatu partai besar dengan jumlah suara hak pilih terbanyak di kabupaten sumedang.

"Saat ini, saya harus yakin untuk ikut serta dalam pemilu kada nanti pasalnya, ada beberapa program yang harus dilanjutkan dan itu menjadi kewajiban kami selaku kader PPP,"katanya.

Selain itu, tutur Doni, sebagai kader PPP  pihaknya merasa bertanggung jawab untuk memajukan pembangunan di kabupaten sumedang dengan maksimal.

"Ya, mohon do'a restunya dari segenap warga sumedang semoga apa yang dicita-citakan masyarakat sumedang dapat terwujud demi kemajuan kabupaten sumedang,"ucapanya. (Aln)
Stone Claser 99 Dusun Sukasari RT 03 RW 04 Desa Tolengas Kecamatan Tomo
Pekerja Cluser tewas dilokasi kerja

Tomo - Eye Carya Bin Anam (31) warga Dusun Sukasari RT 02/ RW 04 Desa Tolengas Kecamatan Tomo harus meninggal dunia di tempat kerja, Selasa (22/11). Korban diketahui meninggal oleh rekan kerjanyanya, Hendra bin Asep dan Jumali di Stone Claser 99 Dusun Sukasari RT 03 RW 04 Desa Tolengas Kecamatan Tomo.

Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai, melalui Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Budi Nuryanto SPd mengatakan korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.10. Sebutnya, menurut keterangan saksi Hendra posisi korban pertama kali diketahui sedang menyandar di mesin ayakan. "Badan korban mengarah ke timur seperti sedang duduk di besi kawat dinamo ," kata Budi kepada wartawan melalui rilisnya, kemarin.

Disebutkan Budi, kemudian korban diangkat dan di bawa ke kantor. Namun, saat itu korban sudah tidak bernafas. "Akhirnya korban dibawa ke Puskesmas Tomo sekitar puku 11.30," tandasnya.

Dikatakan Budi, setelah diperiksa di Pukesmas Tomo, pihak Puskesmas Tomo menyatakan korban mempunyai penyakit. "Menurut informasi di lapangan korban menderita pusing dan sesak napas telah lama. Sehingga, menyebabkan korban meninggal," tukasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian melalui Polsek Tomo mengambil langkah-langkah. Diantaranya, melakukan cek TKP, melakukan pengecekan korban di Puskesmas Tomo dan mencatat identitas saksi-saksi. "Sementara untuk anggota yang ke TKP antara lain Kapolsek Tomo, Kompol Doto, unit Reskrim Polsek Tomo, petigas SPKT dan unit Intel Polsek Tomo," jelasnya. (Bay)
Awel berpesan agar masyarakat Sumedang pilih pemimpin terbaik

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi PDIP asal Kabupaten Sumedang, Drs. Agus welianto santoso. SH,

Kota-Menjelang bergulirnya Pilkada 2018 mendatang, sejumlah kandidat sudah banyak yang muncul ditelinga masyarakat. Sejumlah pihak berpendapat, adanya suasana politik yang sudah hangat sejak saat ini, merupakan salah satu imbas dari akan berlangsungnya Pilkada serentak di tahun 2017 nanti. Dosen tetap Universitas Nusantara, Bandung, yang juga pernah aktif dalam politik, Maman Suherman, Drs. M.M.Pd, mengatakan, imbas dari akan segera berlangsungnya Pilkada serentak nanti di sejumlah daerah turut menular ke daerah lain seperti salah satunya Sumedang. Maman menilai sebagian masyarakat tampaknya sudah antusias dari sekarang.

" Pilkada serentak itu akan berlangsung pada tahun 2017 dibeberapa daerah atau provinsi di Indonesia, dan itu akan jadi pesta rakyat. Nah, hal yang menarik dari dampak pilkada serentak di tahun 2017 ini, adalah sudah mulai tampak dimanfaatkan oleh sejumlah kandidat untuk menaikan isue para bakal calon. Padahalkan di Sumedang itu Pilkadanya baru akan dilaksanakan pada 2018 mendatang," katanya, Selasa (22/11).

Terlepas dari semua itu, Maman menilai itu merupakan suatu hal yang wajar. Karena eksistensi, khususnya bagi para bakal calon akan membantu untuk menaikan popularitasnya. " Isue yang telah berkembang tentang bakal calon di Sumedang saat ini, itu merupakan hal yang wajar-wajar saja. Apalagi jika memang masyarakat mengharapkan sosok bupati yang tepat. Dan saya pikir itu tidak masalah selama tidak menyalahi aturan-aturan yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi PDIP asal Kabupaten Sumedang, Drs. Agus welianto santoso. SH, meminta kepada masyarakat Sumedang untuk memilih pemimpin yang terbaik. " Rakyat harus cari pemimpin yang visioner setelah HES tidak ada. Parameter pemimpin harus memenuhi syarat UU yang telah ditentukan," kata pria yang kerap dipanggil Awel.

Awel juga menegaskan, calon pemimpin harus asli sumedang. Dan memiliki pendekatan budaya local wisdem. Hal itu dibutuhkan karena Sumedang tidak lepas dari sejarah ka sumedangan. " Kita seharusnya bisa kembalikan kota Sumedang seperti jamannya bupati DRS Sopian Iskandar dulu. Harus cari pemimpin itu yang jelas titik pamiangannya dan memenuhi sarat sorot tidak tercela. Jangan sampai cari peminpin dengan emosional pragmatis tidak jelas asal usulnya. Apalagi berpotensi kena masalah hukum," tuturnya. (Bay)

Senin, 21 November 2016

Ketua DPC PPP Kab Sumedang, H Doni Ahmad Munir (Net)
Doni unggul pada polling versi Hot News Sumedang

Sumedang-Memantau hasil poling Media Sosial HotNewssumedang.Blogspot.Com,  Senin (21/11) sampai jam 18.00 WIB, cukup menjadi perhatian masyarakat Sumedang. Dari sejumlah kandidat para  Bakal Calon Bupati pilihan masyarakat yang  tengah hangat dibicarakan jelang pilkada 2018 mendatang, poling   tertinggi saat ini diraih oleh Ketua DPC PPP Kabupaten Sumedang, H Doni Ahmad Munir dengan perolehan 59 persen.

Posisi kedua ditempati oleh Kompol H Setya Widodo dengan jumlah perolehan  21 persen, dilanjut H Zainal Alimin 6 persen, Irwansyah Putra 6 persen, H Eka setiawan 2 persen, Moh Agung Anugrah 2 persen dan  Herman Suryatman 2 persen.

Poling ini sewaktu-waktu akan berubah sesuai dengan  antusias Masyarakat Sumedang yang menginginkan pemimpin terbaik untuk Kabupaten Sumedang. Sementara itu, Poling yang dilakukan oleh Hot News Sumedang ini, semata-mata bertujuan untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat Sumedang serta untuk para calon kandidat sendiri, melalui polling ini diharapkan akan menjadikan referensi dalam meningkatkan popularitas dan elektabilitas.( Asn )
Kadisdik Kab Sumedang, Sonson Nurikhsan bersama
Ketua PGRI Kab Sumedang, H Dedi Suhayat
Sonson : Guru harus semakin berkesan di Masyarakat

Sumedang - Siraman rohani diharapkan dapat menjadi penetrasi batin bagi para guru yang kesehariannya berkecimpung dengan dunia anai-anak dan kurikulum di sekolah.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Sonson Nurikhsan seusai menghadiri Resepsi  HUT  PGRI ke 71 tingkat Kabupaten Sumedang bersama KH Muhammad Ridwan di Bale Ratjih Natawidjaya, Kompleks Islamic Center, senin (21/11). " Hari ini kita jadikan momen terbaik untuk refreshing, agar mereka (guru.red) lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya kedepan," kata Sonson.

Ia menjelaskan, selain tabligh akbar, sesama guru dapat mempererat tali silaturrahmi yang mungkin selama ini tidak bisa mereka lakukan karena rutinitas di sekolah yang begitu padat. " Mudah-mudahan berdampak positif  bagi para guru sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Sumedang," katanya.

Ia berjanji, di ulang tahunnya yang ke 71,pelayanan Dinas Pendidikan terhadap para guru di Sumedang akan  lebih ditingkatkan lagi . Hal senada dikatakan Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, H Dedi Suhayat S.Pd, M.Pd, kegiatan tabgigh akbar bagi para guru merupakan suatu kegiatan yang sangat baik. "Ketika berbicara masalah pembinaan karakter yang langsung disampaikan sang kiayi, sangat menyentuh hati," kata Dedi mewakili para guru .

Guru diharapkan tidak terlalu jenuh dengan rutinitas kegiatan belajar mengajar.
" Sekali-kali mereka harus mendengarkan tausiyah dari para tokoh agama atau ilmuwan yang akan menguatkan mentalitas diri guru itu sendiri," katanya.

Setelah menerima  pembekalan berbagai hal, baik secara religius atau secara keilmuan, para tenaga pengajar ini diharapkan  merasa lebih baik dari sebelumnya.
Ia berharap, diusianya yang ke 71 tahun, PGRI akan lebih eksis dan berkiprah sehingga mendapat pengakuan dari masyarakat bahwa guru itu benar-benar sebuah profesi yang melaksanakan tuganya sesuai dengan peraturan yang ada.

" PGRI di Sumedang kedepan harus mampu  mengawal program-program pemerintah dalam bidang pendidikan mulai dari pusat hingga ke daerah," paparnya.

Khususnya, kata Dedi, Program Bupati yang  dalam hal ini Dinas Pendidikan, PGRI berjanji  akan selalu mendukungnya. (Asn)
Net. Illustrasi
FKDT Pertanyakan Insentive guru ngaji 

Sumedang - Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT ) Kabupaten Sumedang,  Nuroni Octora, menyayangkan kebijakan Pemkab Sumedang  yang menghentikan insentif bagi para guru ngaji dan pengajar Madrasah Diniyah.
Padahal lembaga tersebut berperan dalam menyukseskan program pemerintah untuk  mewujudkan Sumedang Senyum Manis.

" Sejak tahun 2009, lembaga-lembaga diniyah  mendapatkan fasilitas insentif untuk  kesejahteraan para pengajarnya yang dikucurkan dari Pemkab," kata Nuroni, kemarin.

Namun, sejak tahun 2015 hingga sekarang, dana   tersebut  menjadi terputus, padahal kiprah  madrasah diniyah memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi penerus. "  Para guru madrasah diniyah  itu  kebanyakan  non PNS, untuk penghidupan mereka  itu dari mana?" Tanya Nuroni.

Meskipun ada sumbangan dari murid, kata Nuroni,  hanya alakadarnya saja, tidak akan bisa menutupi kebutuhan hidup, sedangkan  setiap hari mereka harus mengajar di lembaga tersebut.  " Mudah-mudahan  kedepannya pemerintah dapat mengucurkan lagi dana untuk kesejahteraan mereka ," ujarnya.

Meskipun lembaga penerima uang harus memiliki payung hukum sesuai dengan peraturan keuangan, kata Nuroni, tetapi apakah pemerintah tidak punya cara lain agar mereka mendapatkan insentif ?. " Meskipun nilainya tidak terlalu besar, tatapi akan menjadi motifasi bagi para pengajar madrasah diniyah termasuk para guru ngaji. Mereka akan merasa diperhatika pemerintah," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memberi stimulan atau pemicu semangat mereka dalam membentuk karakter anak-anak menuju ke arah yang lebih baik. " Misalnya  melalui dana desa atau yang lainnya. Jangan sampai perhatian pemerintah terhadap keagamaan menjadi terhenti," paparnya.

Sedangkan, kata Nuroni, visi misi Sumedang adalah senyum manis. " Salah satunya menjadikan masyarakat yang agamis," tuturnya. (Asn)
Ketua DPD PAN Kab Sumedang, Ajat Sudrajat (Kanan)
bersama para kader melakukan diskusi dengan Ketua
KPUD Kab Sumedang, Asep Kurnia
PAN adakan diskusi dengan KPUD

Sumedang-Menjelang Pilkada 2018 mendatang, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumedang, melaksanakan sejumlah persiapan. Diantaranya mengadakan diskusi sekaligus sosialisasi Undang-undang Pilkada, Pileg dan Pilpres. Dalam kegiatan tersebut, ketua KPUD Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia, dijadikan sebagai pemateri dihadapan para kader PAN.

Ketua DPD PAN Kabupaten Sumedang, Ajat Sudrajat, membenarkan adanya kegiatan tersebut yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di kantor DPD PAN yang berada di jalan Kebonkol, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan. " Iya, kami sengaja melaksanakan kegiatan diskusi tersebut sebagai salah satu persiapan menyambut Pilkada nanti," katanya, Senin (21/11).

Selain itu, Ajat juga menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, DPD PAN juga turut membentuk sebuah tim untuk Pilkada mendatang. " Peserta yang hadir ini kan pengurus harian DPD dan Para Ketua DPC se Kabupaten Sumedang. Jadi sekalian di dalam acara ini kita adakan juga untuk persiapan pembentukan tim Pilkada DPD PAN. Bahkan kita juga akan mempersiapkan kader terbaik PAN untuk maju di Pilkada," ujar Ajat.

Ajat juga menerangkan, setelah sukses melakukan konsolidasi partai hingga ke tingkat bawah, DPD PAN siap memenangkan Pilkada 2018 mendatang. " Dengan terbentuknya struktur kepengurusan sampai tingkat Desa, maka PAN siap untuk memenangkan Pilkada 2018. Para pengurus dan Kader terus diberikan pelatihan & materi terkait Pilkada. Selanjutnya rekreutmen saksi yang ditargetkan selesai Maret 2017 untuk selanjutnya akan diberikan pelatihan - pelatihan untuk saksi," sebutnya. (Bay)
Ketua Dewan Pengupahan, Kab Sumedang, Jarkasih SH
Upah di Kabupaten Sumedang naik 8,25 persen

Sumedang - Pasca demo buruh di Induk Pusat Pemerintahan (IPP) kabupaten Sumedang beberpa waktu lalu, Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Sumedang, Jarkasih SH Menyampaikan, pihaknya memastikan bahwa kenaikkan upah di kabupaten Sumedang akan terealisasi. Namun, jumlahnya tidak seperti apa yang diharapkan oleh kaum buruh yakni mencapai angka 31% dari Upah Minimum Kerja (UMK) tahun 2016.

“ Karena berdasarkan surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor B.175/MEN/PHIJSK-UPAH/X/2016, perihal penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2016,” kata Jarkasih, saat ditemui diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Selain  itu, lanjut Jarkasih, Sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan sebagai berikut, Gubernur wajib menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2017 dan sesuai pasal 44 ayat 1 dan 2 PP no 78 tahun 2015 maka, penetapan UMP dan UMK tahun 2017 menggunakan formula perhitungan upah minimum sesuai dengan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional atau pertumbuhan produk domestik bruto.


“Intinya, kenaikan upah yang nanti akan terealisasi mengacu pada sumber Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) sesuai surat Kepala BPS RI nomor B-245/BPS/1000/10/2016 tanggal 11 Oktober 2016 yakni, Inflasi nasional sebesar 3,07% serta pertumbuhan ekonomi sebesar 5,18%,” ujarnya.

Oleh sebab itu, terang Jarkasih, berdasarkan pasal 63 PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, bagi daerah yang upah minimumnya pada tahun 2016 masih dibawah nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) wajib menyesuaikan upah minimumnya sama dengan KHL paling lambat pada tahun 2019.

“Sehingga, kenaikan upah buruh di sumedang pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 8,25%,”sebutnya.(Aln)
SD diwilayah tol Cisumdawu harus di relokasi

Net Illustrasi

Sumedang-Sekolah Dasar (SD) Negeri Sukawening yang berlokasi di jalan Panyirapan Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara,  keberadaanya dikhawatirkan oleh orang tua murid dan sejumlah guru pengajar di sekolah tersebut. Pasalnya, sekolah tersebut terletak sangat dekat dengan mega proyek pembangunan TOL Cisumdawu.
"Memang sangat beresiko, jarak sekolahan dengan pembangunan proyek TOL Cisumdawu itu hanya beberapa meter saja dan sangat berbahaya dengan  aktivitas para murid-murid sekolah," ujar salah seorang wali murid, warga asal Desa Mekarjaya, Dadan (45), kemarin.

Ia berharap, pemerintah bisa merelokasi bangunan sekolah tersebut. Sementara itu, seorang guru SDN Sukawening, Agus D Lustriana, menyampaikan, keberadaan sekolah itu memang nantinya akan direlokasi. Namun, masih dalam proses pencarian lahan dan lokasi pengganti. "Kami berharap, proses relokasi secepatnya terealisasi agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,"ujar Agus.

Selain itu, menyikapi persoalan tersebut Bupati Sumedang H. Eka Setiawan turut mengatakan, pihaknya membenarkan adanya beberapa sekolahan yang terkena oleh proyek TOL Cisumdawu. " Dalam waktu dekat, Saya akan segera membahas bersama-sama pihak terkait seperti, satker tol cisumdawu, pemkab sumedang dan dari unsur masyarakat," sebutnya.

Eka juga menyampaikan, Hal ini tidaklah mudah. Dikarenakan, segala sesuatunya harus di rencanakan dengan matang seperti pengadaan lahan pengganti dan bangunan sekolah baru. " Itu semua harus di musyawarahkan bersama. Saya harap, solusi yang terbaik semoga dapat di realisasikan" tuturnya. (Bay)

Minggu, 20 November 2016

Bupati Sumedang, Eka Setiawan ketika diwawancarai sejumlah wartawan
Bupati Kutuk tindakan Pencabulan

Sumedang- Bupati Sumedang Eka Setiawan mengecam keras terhadap perbuatan oknum guru olah raga yang diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah siswa sekolah dasar  di Desa Cikadu Kecamatan Darmaraja beberapa waktu lalu.
Karena perbuatan tersebut dinilai akan mengaggu psikologis anak-anak yang dapat menimbulkan trauma sepanjang hidupnya.
Namun sejauh ini, bupati mengaku belum  menerima laporan secara resmi dari dinas yang bersangkutan ,terkait adanya dugaan  pencabulan tersebut.

" Memang kalau di media sudah muncul berita tersebut, saya akan  konfirmasi dulu . Terus terang, perbuatan seperti itu saya kecam, itu tidak bagus ," kata Bupati  Eka Setiawan, baru-baru ini.

Sebagai pengajar, sambung Eka, guru seharusnya memberikan contoh dan suri tauladan kepada anak didiknya. Guru seharusnya digugu dan ditiru. " Tetapi jika benar okum guru itu   melakukan tindakan yang amoral seperti berita yang  tersebar belakangan ini, saya fikir semua orang  juga mengutuk perbuatan tersebut," katanya.

Yang jelas, kata Eka, dirinya belum mendapatkan laporan resmi  tentang perbuatan oknum guru tersebut. Menyikapi  dugaan pecabulan yang dilakukan oknum guru, ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) Ani Gestaviani mengatakan, pihaknya tengah menunggu perkembangan penyelidikan yang sedang  dilakukan  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumedang. " Kami sedang berkoordinasi dengan Polres Sumedang, karena itu mitra kami, " terang Ani.

Ia maparkan,  korban pencabulan akan mengalami gangguan psikologi yang  berakibat depresi bahkan bunuh diri. " Jika memang benar adanya, kita akan lakukan pendekatan-pendekatan untuk memulihkan psikologi korban ," ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini Dinas terkait masih belum bisa memberikan kejelasan tentang oknum guru olah raga yang diduga melakukan pencabulan terhadap beberapa  anak didiknya tersebut. (Asn)
UNSAP Wisuda lebih dari 1600 Mahasiswa

Sumedang - STKIP mewisuda  874 mahasiswanya, minggu (20/11) di GOR Dadan Hendarsyah, Jalan Angkrek - Situ Nomor 19 Sumedang. Sehari belumnya STAI, STBA, STIE, STAI, STIK dan STIMIK juga mewisuda mahasaiswanya di tempat yang sama. Ketua Panitia Wisuda, Nicko Asmara Sukarso mengatakan, mengingat  terbatasnya ruangan, terpaksa acara wisuda  dilaksanakan  selama dua hari. " Ini merupakan wisuda yang ke 34 tahun 2016, hari sabtu (19/11) sebanyak 744 wisudawan  dan sisanya hari ini, minggu (20/11) sebanyak 876 wisudawan," katanya, Minggu (20/11).  

Ia menuturkan, wisudawan tahun 2016 ini mengalami peningkatan hingga 130 peserta jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. " Ini pun tidak bisa melakukan wisuda semua, masih ada yang harus ditangguhkan hingga  wisuda tahun depan," katanya.
Dikatakan Nicko, ada sekitar 75 wisudawan yang  ditangguhkan, karena  mereka  melaksanakan ujian pada bulan november. "Meskipun diikut sertakan pada hari ini, namun nama-nama mereka  tidak akan tercatat kedalam buku wisuda, karena buku wisuda sudah dicetak pada awal bulan november," katanya.

Karena tercantumnya nama pada buku wisuda , menurut Nicko, merupakan suatu kebanggan bagi wisudawan. Dikatakannya, terdapat 21 wisudawan terbaik dari tiap prodi , diantaranya, Ai Qurotul Ain, mahasiswa STKIP Program Sutdy Penmat S1 dengan IPK 3,83. " Eggi Indriani Pratami, Mahasiswa STAI Program Study Manajemen S2 dengan IPK 3,68 dan Ridwan Mustofa mahasiswa STIMIK Program Study Manajemen Informatika D3 dengan  IPK 3,60," katanya.

Ia mengamanatkan kepada para wisudawan/wati, wisuda itu merupakan proses akademik yang harus menjadi momentum bahwa dirinya telah menjadi manusia unggul.
"Mereka harus mampu membuktukan keunggulan dirinya di mata masyarakat," katanya.

Yang dimaksud manusia unggul, kata Nicko, bukan terfokus mencari pekerjaan dengan ijazah atau strata yang sudah dimilikinya, namun mereka harus berfikir bagai mana  menciptakan lapangan pekerjaan. " Minimal untuk dirinya sendiri, lebih-lebih bagi orang lain," katanya.

Jadi, kata Nicko, seorang manusia unggul jangan memikirkan ingin bekerja di pabrik atau instansi. " Kesarjanaan itu harus ditandai dengan meningkatnya kecerdasan pola fikir yang lebih produktif. Jangan hanya  menjadi penambah jumlah pengangguran yang bertitel sarjana," pungkasnya. (Asn)
Illustrasi
Kaget ketahuan, pencuri HP tinggalkan motor

Conggeang-Telah terjadi tindakan pidana pencurian kepada seorang pemilik konter HP yang berada di Dusun Paseh, Rt 01 Rw 01, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh. Kejadian tersebut, saat ini sudah dilaporkan kepada Polres Sumedang. Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai melalui Kasub Bag Humas, AKP Dadang Rostia, membenarkan adanya peristiwa yang menimpa konter HP milik Imat Rohimat.

" Memang benar, kami sudah menerima laporan tersebut. Berdasarkan dari laporan, kejadian tindak pidana pencurian dengan pemberatan oleh orang tidak dikenal tersebut, terjadi pada hari Minggu tadi (kemarin) sekitar pukul 02.30 dini hari," katanya, Minggu (20/11).

AKP Dadang juga menerangkan, kronologis kejadian tersebut, pelaku diduga masuk melalui atap konter. " Diduga Pelaku masuk melalui genteng  dengan cara memanjat dan memecahkan genteng konter. Kemudian, pelaku masuk kedalam dan membobol atap. Lalu pelaku turun kebawah untuk mengambil barang-barang yang berada di dalam Konter," ujarnya.

Namun, Lanjut AKP Dadang, tanpa diduga, pencurian pelaku sempat diketahui oleh warga yang sedang melakukan ronda. " Pada saat pelaku sedang berada di dalam Konter, kemudian diketahui oleh petugas ronda setempat. Tapi pelaku berhasil melarikan diri ke jalan semula melalui atas genteng," sebutnya.

Akibat tindakan pencurian tersebut, korban pencurian, Imat, harus pasrah kehilangan beberapa barang yang berada di konter miliknya. " Adapun barang yang telah diambil berupa 2 buah hanpone merk Advan dan merk Smartfren. Selain itu, barang lainnya adalah berupa Vocher kosong sebanyak 150 pcs. Dan kerugian yang dialami sebesar 1.500.000," tuturnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas kepolisian menemukan sejumlah alat bukti yang ditinggalkan oleh pelaku. " Barang bukti yang diamankan dan diduga milik pelaku adalah berupa 1 unit sepeda motor merk mio J warna merah dan 1 buah jaket levis warna biru dan 1 buah sandal warna hitam," tuturnya menambahkan. (Bay)
PPP siap menangkan Pilkada 2018 dan Pileg 2019
Ketua Umum PPP, Muhammad Romahmurmuziy, (Kiri) , Bupati Sumedang, Eka Setiawan
dan Ketua DPC PPP Kab Sumedang, H Doni Ahmad Munir, duduk bersama pada
acara Musyawarah Cabang ke IIV, di Islamic Center, Minggu (20/11)

Sumedang - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap untuk memenangkan Pilkada 2018 dan Pileg 2019 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PPP Muhammad Romahmurmuziy pada acara Musyawarah Cabang (Muscab) IIV tiga Kabupaten di Aula Pusdai, Minggu (20/11).

Romahmurmuziy mengatakan, PPP akan memegang tangguh kepemimpinan berdasarkan Pilkada dan Pileg yang akan digelar nanti. Ketua Umum Partai berlambang ka'bah tersebut meminta agar semuanya bergerak secara berjamaah dan kolektif.
" Karena itu, untuk bergerak harus berjamaah dan harus kolektif. Kekuatan kita ada didalam kebersamaan dan persatuan kita. Mengapa bersama rakyat, karena rakyat lah yang membutuhkan panduan. Dan rakyatlah yang harus kita pimpin," kata Romahmurmuziy didalam sambutannya, Minggu (20/11).

Dalam kegiatan yang dihadiri juga oleh Ketua DPW PPP Jawa Barat, Ade Munawaroh Yasin, Ketua DPC PPP Majalengka Pepep Saepul Hidayat, Ketua DPC PPP Subang Odang Solehudin, Bupati Sumedang Eka Setiawan, Pimpinan Partai Politik Sumedang, sejumlah ormas, dan ribuan kader PPP, Romahmurmuziy juga menyebutkan ada motivasi baru yang dijadikan yel-yel dari PPP. Dan ia juga menyampaikan, melalui moment Muscab tersebut, diharapkan bisa berimbas pada target PPP yang mengincar 3 besar pada Pileg 2019 mendatang.

" Saat ini PPP datang dengan motivasi baru, bergerak bersama rakyat untuk memberikan perhatian dan lebih dekat kepada rakyat. Dan juga Insya Allah Muscab saat ini akan berimbas pada target pencapaian 3 besar di Pemilu 2019," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Sumedang yang juga Anggota Komisi X DPR-RI, Dony Amhad Munir, dalam sambutannya menuturkan, kehadiran Ketua Umum bisa memberikan motivasi DPC PPP Sumedang, Majalengka dan Subang untuk memenangkan Pileg (Pemilu Legislatif 2019). Ia juga menegaskan, agar memberikan kepercayaan kepada masyarakat, para pengurus PPP telah melakukan kontrak politik agar tidak melakukan korupsi dan selalu mengemban amanah rakyat.

" Seluruh PPP telah memberikan jaminan dengan menandatangani Fakta Integritas, manakala jika ada kader yang tidak mengindahkan aspirasi masyarakat dan korupsi, maka akan dipecat dari partai," tegas Dony.

Selain itu, Dony juga mengajak kepada seluruh kader agar bisa melanjutkan program Sumedang Senyum Manis yang digelorakan oleh mantan bupati, Almarhum Endang Sukandar, yang merupakan produk dari PPP.
" Walaupun hanya 4 bulan memimpin Sumedang, namun almarhum bisa memberikan warna dan membuat Sumedang Senyum Manis, dan itu wajib kita lanjutkan," ujarnya. (Bay)

Jumat, 18 November 2016

Black Campaign mungkin terjadi di pilkada 2018

Ketua DPD PKS Kab Sumedang, Yana Flandriana

Kota-Jelang Pilkada 2018 mendatang, DPD PKS berharap situasi politik di Kabupaten Sumedang tetap terjaga kondusifitasnya. Karena tidak menutup kemungkinan, seperti tahun-tahun sebelumnya akan terjadi banyak black campign dari setiap kubu calon kepala daerah.

Ketua DPD PKS Kabupaten Sumedang, Yana Flandriana, menilai jika hal tersebut tidak akan terjadi selama etika politik peserta Pilkada atau calon yang akan maju tetap dijaga. " kemungkinan Black Campaign ini akan selalu ada. Karena itu biasanya dijadikan strategi politik untuk menaikan Elektabilitas yang diusung atau menjatuhkan elektabilitas lawan politiknya. Tapi itu akan kembali lagi kepada etika berpolitiknya," katanya, Jumat (18/11).

Untuk menghindari hal tersebut, Yana, selaku pimpinan partai, akan memprioritaskan etika berpolitik kandidat yang akan diusungnya. " Ya kita harapkan etika politik masing-masing kandidat ini yang harus kita kedepankan nantinya. Walaupun mungkin visi misi para kandidat itu sama, yaitu ingin membangun Sumedang. Oleh karena itu, kita juga akan bangun kesepakatan, agar kesantunan politik ini yang akan kita angkat," ujarnya.

Dengan menjaga kesantunan dalam berpolitik, dapat menumbuhkan pandangan positif dari masyarakat. Jangan sampai dengan saling membuka keburukan satu sama lain, akan menumbuhkan rasa ketidak percayaan masyarakat terhadap partai politik.
" Kalau kita sih daripada menjatuhkan pasangan lawan, lebih baik kita fokus terhadap keunggulan pasangan yang kita usung. Karena dengan saling menjelekan atau saling membuka aib, malah khawatir masyarakat akan berpikir bahwa politik itu sesuatu hal yang kotor. Soalnya yang disuguhkan ya itu, saling membuka aib," sebut Yana.

Adapun yang perlu disepakati oleh seluruh partai yang nantinya akan bertarung dalam Pilkada 2018 mendatang, adalah sama-sama secara sportif meraih hati rakyat. " Pilihan politik ini menyangkut hati. Yang kita harapkan adalah mampu menarik hati masyarakat. Jadi, ya kita kembangkan kampanye yang mampu menarik hati masyarakat," tuturnya. (Bay)

Staff PLN Area Sumedang tengah melayani masyarakat
Kelurahan Pasanggrahan Baru
PLN tingkatkan pelayanan melalui Program Sarling 

Kota-Dalam meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan listrik, PLN membuat program Sarling (Pemasaran Keliling) di seluruh pelosok Indonesia, termasuk Kabupaten Sumedang. Program yang berencana akan dilaksanakan hingga Desember mendatang, dilakukan secara serentak oleh seluruh rayon yang termasuk kedalam wilayah PLN Area Sumedang. Diantaranya Rayon Tanjungsari, Sumedang Kota, Majalengka dan Jatiwangi.
Untuk wilayah Rayon Sumedang Kota, kegiatan hari ini, Jumat (18/11), dilakukan di Kelurahan Pasanggrahan Baru dan Sukasirna, Kecamatan Sumedang Selatan. Sementara Tanjungsari di Desa Jatisari, Majalengka di Desa Cigasong dan Jatiwangi di Desa Paningkiran.

" Program Sarling (Pemasaran keliling) memang sudah ada sejak dulu. Kalau dulu ada sarling edukasi, yang hanya memberikan pemahaman saja terhadap masyarakat dengan membuka posko dikelurahan atau lokasi strategis lainnya. Sementara, Sarling saat ini, kita lakukan secara jemput bola dengan mendatangi langsung kepada pelanggan. Dan itu kita sebut dengan nama Lamar Liling (Pelayanan Pemasaran Listrik Keliling)," kata Asisten Manager Pelayanan dan Administrasi, Nita Rumsari, Jumat (18/11).

Dalam mensukseskan program tersebut, PLN menggandeng beberapa mitra yang selama ini bekerjasama dengan PT PLN Persero. " Kegiatan ini juga, kami menggandeng mitra kerja. Jadi tidak hanya dari PLN saja, kita juga didampingi oleh asosiasi biro tekhnik seperti Akli, Aklindo dan Askomelin. Selain itu ada juga yang menyangkut SLO ( Sertifikat Laik Oprasi) yang menerbitkannya. Mereka itu adalah LIT (Lembaga Inspeksi Teknik), Konsuil, PPILN dan Jaserindo," ujarnya.

Program PLN yang dikemas dalam Sarling ini, merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan PLN dengan masyarakat. Selain itu, melalui program tersebut PLN bisa lebih leluasa dalam memberikan Sosialisasi. Adapun manfaat yang dapat diterima oleh pelanggan PLN dari program Sarling tersebut diantaranya pemberlakuan harga khusus untuk instalasi listrik. " PLN saat ini punya program menarik dalam melakukan penyambungan atau instalasi listrik. Yaitu, untuk pemasangan daya 1300 VA, pelanggan cukup membayar seharga pemasangan 900 VA. Itu merupakan program PLN dalam skala Nasional. Dan ada lagi, kita juga menyediakan pelayanan perubahan daya gratis dari 900 VA ke 1300 VA dengan tarif rumah tangga saja. Intinya, dalam program Sarling ini kita memberikan harga khusus dan terjangkau kepada masyarakat," sebut Nita.

Selain itu, Nita menjelaskan jika program yang digelar sejak awal November tersebut, memiliku sejumlah keunggulan lainnya. Dan keunggulan tersebut sudah dirasakan oleh ratusan pelanggan yang telah mengikuti program tersebut. Dengan potensi yang bisa mencapai belasan ribu pelanggan tersebut, akan dapat dirasakan pula manfaatnya oleh pemerintahan setempat.

" Keunggulan lain bagi masyarakat, kita ini kan pelaksanaanya dengan jemput bola atau kita yang datangi pelanggan. Dengan metode itu mereka dapat menyerap informasi langsung dari kami. Dan khusus untuk sarling sampai Desember ini, untuk yang langsung bayar akan dapat bonus 3 lampu Hemat Energi (LHE) dan payung. Bahkan dari segi biaya untuk instalasi, Sarling itu ngasih harga khusus dan terjangkau. Lalu, pemasangan listrik juga lebih cepat, 3 hari bisa langsung nyala. Lebih jauhnya, program ini mengawal PLN berintegritas. Salah satunya meminimalisir oknum calo yang kerap merugikan masyarakat. Dari segi keamanan, kita juga berikan sosialisasi untuk meminimalisir bahaya listrik. Jadi, mereka diberikan pemahaman, karena itu masuk kedalam merealisasikan K2/K3. Sementara manfaat untuk pemerintah adalah menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari pos pajak penerangan jalan (PPJ)," tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua RW 05, Dusun Warung Jambu, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Dede Suhiyatna, mengapresiasi program dari PLN. Ia berharap, PLN bisa terus konsisten memaksimalkan pelayanannya serta terus memberikan solusi terbaik kepada masyarakat yang masuk kedalam kategori tidak mampu. " Program ini cukup bagus, karena memang warga kami sudah semua pasang listrik. Saat ini masih tersisa 5 KK yang belum pasang, dan mereka merupakan masyarakat tidak mampu. Diluar itu, Sarling ini cukup membantu, karena dalam waktu singkat, lampu sudah bisa nyala. Dan sekarang masyarakat tidak terjerat oleh calo. Soalnya sekarang biaya juga sesuai dengan ketentuan dari PLN," tuturnya menambahkan. (Bay)
Sekretaris DPC PPP Kab Sumedang, Nuroni Octora
Kepengurusan DPC PPP akan segera berakhir

Kota-Kepengurusan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumedang periode 2010 - 2016, akan segera berakhir. Dengan demikian, kepemimpinan H Doni Ahmad Munir pun akan segera digantikan dengan kepemimpinan yang baru. Sebelum terbentuknya kepengurusan baru, DPC PPP Kabupaten Sumedang akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada hari minggu (20/11) mendatang.

" Untuk Muscab nanti, memang sudah agendanya. Karena kepemimpinan di periode 2010-2016 ini telah selesai. Kita akan undang sekitar 1600 orang, yang terdiri dari kader partai. Yang spesial saat ini, muscab tahun ini, Sumedang akan menjadi titik muscab untuk 3 Kabupaten. Diantaranya Sumedang, Subang dan Majalengka. Dan itu juga insyaalloh dihadiri oleh ketua umum langsung," kata sekretaris DPC PPP Kabupaten Sumedang, Nuroni Octora, ketika disambangi dikantornya, Kamis (17/11).

Sementara itu, Nuroni belum bisa menggambarkan susunan kepengurusan yang akan datang. Karena sistem pembentukan kepengurusan akan diserahkan kepada tim formatur yang diwakili oleh 5 unsur. Yaitu DPP, DPW, PHC, Majelis-majelis PPP dan PAC.
" Untuk kepengurusan, nanti oleh formatur dalam menyusun ditingkat kabupaten. Dan kalau posisi ketua, memang kalau secara ADRT itu pa H Doni sudah 2 periode, dan itu tidak boleh. Tapi, kalaupun nanti PAC menginginkan, itu kembali lagi ke H Doni nya sendiri maju atau tidaknya. Jadi untuk calon ketua ini, juklak juknis diatur oleh DPP. Dan sampai saat ini, belum ada nama baru yang akan gantikan beliau," ujarnya.

Sampai saat ini, DPC PPP belum bisa menyampaikan beberapa calon yang dipercaya untuk menggantikan H Doni Ahmad Munir. Bahkan, sejumlah kader yang berada di legislatif pun berpotensi untuk menjadi kandidat pimpinan partai. " Kalau nanti hasil dari formatur seperti itu, ya harus menyetujui. Karena itu perwakilan dari tiap-tiap unsur. Dan menurut saya, semua kader itu layak menjadi ketua. Cuma nanti diserahkan kembali ke formatur. Karena, siapapun yang jadi nanti, itu hasil musyawarah rapat formatur," tuturnya. (Bay)

Selasa, 15 November 2016

AKP Budi Nuryanto
Polisi sudah lakukan penyidikan kasus Cabul

Kota-Kasus dugaan pencabulan yang terjadi di SD Cikadu, Kecamatan Situraja, sudah mulai ditangani serius oleh Polres Sumedang. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Wakapolres Sumedang, Kompol Rendra Oktha Dinata, bahwa kasus tersebut pasti akan ditangani oleh Polres.
" Ya kita akan tindak tegas, karena kalau masalah asusila,  itu diatur dalam undang-undang. Kita tidak akan pilih kasih," kata Kompol Rendra ketika dihubungi, Selasa (15/11).

Dalam menindak lanjuti kasus tersebut, bagian PPA Polres Sumedang, sudah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Salah satunya adalah dengan mencari data dari keluarga korban. " Dari PPA saat ini sedang jemput bola mencari data ke keluarga korban. Dan berdasarkan laporan, salah satu korban sudah ada LP. Dan ketika kita periksa, memang diduga sudah terjadi cabul yang dilakukan oleh oknum guru," kata Kapolres Sumedang AKBP Agus Iman Rifai melalui Kasat Reskrim, AKP Budi Nuryanto, saat dijumpai di ruangan kerjanya, Selasa (15/11).

AKP Budi juga mengatakan, pihaknya telah menyarankan kepada keluarga korban untuk melakukan visum. Karena, salah satu yang bisa dijadikan alat bukti adalah hasil visum tersebut. " Kita sarankan untuk visum. Nanti, setelah pemeriksaan saksi-saksi, baru kita akan melakukan gelar perkara. Kita akan terus tindaklanjuti sampai 2 alat bukti terpenuhi. Jadi untuk saat ini, kita masih melakukan proses penyidikan terhadap lapiran cabul yang dilakukan oleh oknum guru tersebut," ujar AKP Budi.

Sementara itu, kasus tersebut turut menjadi perhatian legislatif yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Situraja dan sekitarnya. Anggota DPRD asal fraksi PDIP, Dadang Romansah, mendorong agar pihak kepolisian terus mengawal kasus yang terjadi di daerahnya hingga tuntas. " Perlu diproses secara hukum dan ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi kejadian seperti ini sudah cukup sering terjadi. Dan saya juga berharap agar peranan orang tua juga dalam memberikan perhatian kepada anak lebih ditingkatkan lagi," kata Dadang.

Selain itu, Dadang juga meminta agar Dinas Pendidikan, turut memberikan perhatian kepada guru, khususnya dalam memberikan pembinaan dan sanksi. " Jangan sampai korp guru ini jadi jelek karena ulah seseorang," tukasnya. (Bay)
Naya Sunarya disambut baik oleh ketua DPC PDIP, Irwansyah Putra
Naya Resmi pindah ke PDIP

Kota-Politisi kawakan asal Partai Golkar, Naya Sunarya, kini resmi balik kandang di PDI Perjuangan. Hal tersebut setelah dirinya resmi disematkan oleh ketua DPC PDIP Kabupaten Sumedang, Irwansyah Putra, Sabtu (12/11) kemarin. Dengan kepindahan Naya dari tubuh Golkar ke PDIP, sempat menjadi pertanyaan publik. Pasalnya, ketika berada di partai beringin, Naya sukses berkiprah di politik. Bahkan ia sempat menjadi anggota legislatif selama 2 periode.

" Ini memang bukan dadakan, tapi tentu saja berdasarkan pemikiran terlebih dahulu.
Dulu pernah di PDI P memang merupakan sejarah yang tidak bisa dihilangkan. Bagi saya, partai ini punya peran sosioning yang harus dioptimalkan. Dan PDIP ini harus jadi alat untuk perjuangan. Mudah-mudahan kembalinya saya tidak dikaitkan dengan rumah saya yang kemarin," katanya, kemarin.

Naya juga menjelaskan jika dipartai manapun ia berada, itu merupakan hak dirinya dalam berpolitik. " Ya politik merupakan sebuah pilihan dan tidak bisa di intervensi oleh siapapun. orang berpindah politik, ini bukan sesuatu yang baru. Dan ini juga bukan moment gara-gara pilkada. Saya hanya ingin memulai dari awal, dan tujuannya ingin membangun sumedang. Semua orang punya kontribusi sesuai kapasitas. Saya ingin berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan pengalaman  yang saya miliki.  Dan pengalaman itu ingin dicoba disharingkan untuk memperkuat PDIP agar tetap optimal," ujarnya.

Kembalinya Naya ke tubuh PDIP, tidak menutup kemungkinan adanya suatu keinginannya untuk kembali berkiprah di Legislatif. Bahkan mungkin juga, dengan berada di partai kuat seperti PDIP, Naya akan memilih untuk berkiprah di tingkatan provinsi. " Perjuangan itu perlu alat, bohong berjuang tanpa alat. kalau nanti saya kembali di DPRD, itu tergantung partai dan garis tangan. kalau tidak juga ya tidak apa-apa. Kita lihat apa kapasitas saya ada di level lain provinsi atau apa. Dan itu semua bagaimana partai dan rakyat saja," sebutnya.

Terkait keberadaanya Naya di DPC PDIP, Naya juga berharap Irwansyah Putra bisa maju menjadi calon bupati dari PDIP. " Sebelum memberi kesempatan kepada orang lain, sebaiknya partai memberikan kesempatan kepada internal partai untuk jadi kepala daerah. Secara pribadi saya menilai Irwansyah merupakan orang yang mampu bermetamorposis. Dia selalu mencoba merubah diri untuk menjadi lebih baik. Bahkan ia selalu ingin menjadi karakter yang disenangi orang dan itu beliau lakukan secara konsisten," tuturnya. (Bay)