Jumat, 25 November 2016

Polres bekuk dua pengedar sabu

Sumedang - Polres Sumedang baru saja mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu di Kabupaten Sumedang. Penangkapan tersebut dilakukan tim Sat Res Narkoba Polres Sumedang pada hari Kamis (24/11) malam sekitar pukul 21.30 di Kecamatan Cimalaka.

Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai, melalui Kasub Bag Humas, AKP Dadang Rostia, membenarkan adanya penangkapan tersebut. " Tersangka kita tangkap di pos ronda jalan raya Sumedang - Cirebon KM 04, Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, pada Kamis malam kemarin," katanya, Jumat (24/11).

Dari penangkapan tersebut, Sat Res Narkoba Polres Sumedang berhasil amankan 2 tersangka yang diduga sebagai pengedar atas nama AS (46) dan HT (32). Dan dari tangan tersangka, petugas juga berhasil amankan sejumlah paket Sabu siap pakai. " Ketika kita geledah, kita temukan baramg bukti berupa 3 paket narkoba jenis sabu, yang dibungkus. Paket sabu itu sempat mereka buang ke bawah pos ronda," ujar AKP Dadang.

Setelah di periksa di TKP, AS yang merupakan warga Kampung Cisalastri, Rt 02 Rw 05, Desa Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kabupaten Bandung, bersama rekannya HT asal Dusun Cikondang, Rt 04 Rw 02, Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, bersama alat bukti 3 paket sabu seberat 2, 64 gram tersebut langsung diamankan dan dibawa ke kantor sat narkoba Polres Sumedang tuk proses lebih lanjut.

" setelah kita periksa, kedua tersangka bersama 3 paket sabu yang masing masing seberat 0,64 gram, 0,94 gram dan 1,064 gram, kita amankan ke kantor sat res Narkoba. Kita akan melakukan pengembangan keterangan tersangka dan barang bukti serta proses lebih lanjut dengan melengkapi mindik," sebutnya.

Sementara itu, dengan segala bukti yang ada, kedua tersangka akan terkena Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) hurup a, UU RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika. (Bay)
Sekretaris DPD Golkar Kab Sumedang, Yogie Y Sentosa
Yogie akan maju jadi cabup?

Sumedang - DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, belum menentukan kandidat internal untuk dicalonkan di Pilkada 2018 mendatang. Hal tersebut berbeda dengan 2 partai besar lainnya seperti PDIP dan PPP. Seperti yang pernah diberitakan dibeberapa waktu yang lalu, DPC PDIP Kabupaten Sumedang telah mempersiapkan pimpinan partainya, Irwansyah Putra, sebagai calon bupati mendatang. 

Hal tersebut disusul dengan dukungan untuk ketua DPC PPP Kabupaten Sumedang, Doni Ahmad Munir, yang sama-sama menyatakan siap maju untuk jadi bupati Sumedang. Ketika 2 Partai besar tersebut menunjukan kesiapannya dalam menyambut Pilkada 2018 nanti, Partai Golkar masih belum menunjukan siapa yang akan dicalonkan dari internal partai berlambang beringin tersebut. 

Namun, berdasarkan pengamatan dilapangan, sudah ada beberapa nama petinggi partai yang tampak eksis menaikan popularitasnya. Salah satunya adalah Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Yogie Yaman Sentosa.

Yogie, sering tampil di berbagai kegiatan yang berada diluar dapilnya. Bahkan, sampai saat ini, Yogie kerap melakukan sosialisasi melalui medsos dengan mendesign foto dirinya menjadi sebuah memei. Hal itu dilakukannya secara signifikan dalam beberapa minggu kebelakang. Namun demikian, jika Yogie bertujuan untuk maju di Pilkada mendatang, ia harus bisa meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya. Pasalnya, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi hanya akan menunjuk calon yang memiliki elektabilitas tinggi.

" Pilbup itu kan tahun 2018 nanti, jadi masih lama. Ya tentunya kita akan melihat elektabilitas kandidat. Siapapun yang akan maju untuk Sumedang, Golkar akan sangat terbuka bagi mereka yang ingin melangkah sebagai calon bupati. Kemudian, nanti yang memiliki elektabilitas paling tinggi, itu yang akan diusung oleh partai Golkar," kata Dedi, baru-baru ini.

Dan eksistensinya Yogie di beberapa kegiatan, serta media sosial seolah menunjukan jika dirinya berharap masuk survei yang akan dilakukan oleh Golkar pada November ini seperti yang disampaikan oleh Dedi. " Kita akan melakukan survei pada pertengahan November ini. Dan kita akan melihat siapa yang memiliki elektabilitas paling tinggi. Walaupun belum tentu juga, karena melihat waktunya masih lama sekitar 1,5 tahun lagi, yang nantinya masih akan mengalami perubahan," tuturnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi langsung kepada Yogie Yaman Sentosa, ia belum bisa menyampaikan langsung secara pasti. " Ya saat ini belum bisa bicara apa-apa. Kita lihat saja nanti. Karena tidak hanya saya, mungkin yang lainnya juga berpotensi, seperti pimpinan partai, Sidik Jafar," tuturnya. (Bay)
Cosumer Service Baznas Sumedang menunjukan kupon infak 2000
Infak 2000 bantu bidang keagamaan, sosial dan pendidikan

Sumedang - Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Sumedang, terus meningkatkan program Infak 2000 ke sekolah-sekolah dengan sasaran anak sekolah. Hal tersebut bertujuan guna menumbuhkan jiwa sosial dalam membantu sesama. Pasalnya, hasil dari impak 2000 tersebut akan disalurkan kepada keagamaan, sosial dan pendidikan.
" Kenapa ada infak 2000, itu kan dari pada menunggu uang yang besar, mending ngambil dari uang yang kecil untuk menjadi besar. Dan itu akan bermanfaat untuk memberikan bantuan dalam hal keagamaan, sosial dan pendidikan. Apalagi program ini juga diketahui dan disetujui oleh bupati," kata ketua Baznas Kabupaten Sumedang, H Ali Badjri, Jumat (24/11).

Adapun teknis dalam pembagian kupon, sesuai yang diperintahkan oleh bupati setiap 1 bulan sekali yang dibagikan kepada UPTD Pendidikan di tiap Kecamatan. Namun, dikarenakan ada sebagian lokasi kecamatan yang berjarak jauh, maka dengan disepakati bersama pembagian kupon tersebut menjadi 2 bulan sekali.

" Jumlah kupon yang dibagikan di tiap kecamatan berbeda, sesuai dengan jumlah murid yang masuk kategori mampu. mulai dari 1000 kupon seperti di Kecamatan Surian, sampai 10 ribu kupon seperti di Cimanggung dan jatinangor. Kupon tersebut tidak bisa dipalsukn, karena ada nomor registrasinya yang juga terkomputerisasi di kantor. Itu didrop ke UPTD oleh para UPZ di tiap kecamatan. Dan ketika disetorkan pun itu harus dilampirkan dengan sisa sobekan kupon tersebut yang sudah dilegalisir dan ditanda tangani," ujarnya.

Selain itu, jumlah uang dari infak 2000 tersebut secara transparasi dapat dilihat oleh siapapun dengan menghubungi Call Center Baznas di nomor 0823-3333-3305. Masyarakat dapat melihat dengan cara melakukan sms ke nomor tersebut. " Nanti setelah sms ke nomor itu akan muncul banyak pilihan. Termasuk untuk melihat jumlah hasil dari infak 2000 itu. Selain itu, jika ingin melihat total uang yang sudah kita salurkan, itu juga dapat dilihat disitu. Itu adalah upaya kami untuk bisa transparan kepada publik. Dan tiap tahun juga kita akan publikasikan hasil laporan tahunan kami," sebutnya. (Bay)
Ist
OZL ke 10 Polres keluarkan 2000 lebih surat tilang

Sumedang - Oprasi Zebra Lodaya 2016 yang digelar sejak Rabu 16 November kemarin hingga saat ini, sudah mengeluarkan lebih dari 2.000 surat tilang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai melalui Kasub Bag Humas, AKP Dadang Rostia.

" Iya, sejak hari perdana kita sudah menjaring banyak pelanggaran berlalu lintas. Untuk pelanggaran berat kita sudah dapatkan 1.233 pelanggar, 641 pelanggar sedang dan 257 pelanggaran ringan," katanya, Jumat (17/11).

Selain itu, AKP Dadang juga menjelaskan, Sat lantas Polres Sumedang turut melakukan oprasi disejumlah titik rawan kecelakaan. Dan setelah 10 hari oprasi tersebut digelar, hanya sekitar 3 kejadian kecelakaan yang terjadi di wilayah Sumedang. " Kita terus lakukan oprasi untuk menekan angka kecelakaan. Dan selama oprasi ini kurang dari 5 kasus laka lantas yang terjadi di wilayah Sumedang," ujarnya.

Sementara itu, di Wilayah Tanjungsari, sejumlah petugas satuan lalu lintas juga turut mengamankan arus lalulintas yang kerap macet. " untuk di Tanjungsari yang termasuk ke jalur rawan macet, kita melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi kemacetan. Salah satunya kita pasang ploting pers dan pengaturan lalulintas disana," sebut AKP Dadang. (Bay)

Pelaku Cabul Terus Bertambah


Humas sekaligus Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Sumedang, Tofan Husma Pattimura, SH
Sumedang – Kasus pencabulan di Kabupaten Sumedang terus menunjukan peningkatan. Jumlah pelaku yang telah masuk bui di Lapas kelas II B Kabupaten Sumedang dengan data putusan Pengadilan Negeri Kabupaten Sumedang, terhitung ada 23 perkara. Sementara data yang ada di lapas, sekitar 35 pelaku cabul yang telah mendekam dipenjara selama tahun 2016.
Humas sekaligus Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Sumedang, Tofan Husma Pattimura, SH menjelaskan kemungkinan besar masih ada terpidana pencabulan yang belum menerima putusan pengadilan. “Yang lainnya mungkin masih proses, dan 23 ini sudah diputuskan. Yang di Lapas itu, pada dasarnya disini itu kan lapas dan rutan. Dan yang di Rutan itu dia yang belum menerima putusan, atau dia masih diproses di pengadilan,” katanya, Kamis (24/11).
Tofan juga memastikan, jika semua kasus pencabulan tersebut rata-rata ditahan. “Alurnya itu kan dari Polres terlebih dahulu, terus kekejaksaan. Dari kejaksaan, kalau dinyatakan lengkap menurut kejaksaan baru dilimpahkan ke Pengadilan Negeri. Lalu di pengadilan negeri mulai diperiksa. Statusnya diperiksa, ditahan tidaknya dan sebagainya, dan ini rata-rata semua ditahan. Dan juga nanti dibedakan antara pelaku anak-anak dan dewasa,” ujar Tofan.
Sementara itu, alasan para pelaku yang belum menerima putusan dari Pengadilan Negeri, karena dikhawatirkan pelaku akan melarikan diri atau menghilangkan alat bukti.
“Orang yang ditahan itu bisa dikenakan penahanan bisa juga tidak, tergantung dipihak tingkat pendidikan yang memenuhi syarat objektif atau subjektif. Dan itu di atur didalam KUHP. Kenapa seperti itu, karena Tersangka dikhawaturkan melarikan diri, menghilangkan alat bukti atau melakukan tindakan pidana serupa, makanya perlu untuk ditahan,” sebutnya.
Berdasarkan hasil penulusuran Sumedang Ekspres di lapangan, data kasus pencabulan tahun 2016 dari LP kelas II B Kabupaten Sumedang terdapat sekitar 35 pelaku yang sudah ditahan. Sementara data dari pengadilan negeri sejumlah 23 kasus yang sudah diputuskan.
Untuk tahun sebelumnya, (2015), data dari Lapas Sumedang sebanyak 27 pelaku. Sementara dari pengadilan yang sudah diputuskan hanya sekitar 12 kasus.
“Untuk tahun 2015 memang ada 12 perkara yang kita putuskan, 3 perkara anak-anak 9 perkara dewasa. Itu lama putusan atau hukuman 6 bulan penjara sampai dengan 12 tahun penjara dan denda Rp1 sampai 200 juta. Kalau untuk 2016 kita 23 perkara dengan 7 perkara anak dan 16 perkara dewasa. Lama putusan atau hukuman 3 sampai 13 tahun penjara dan denda Rp60 juta sampai Rp1 Miliar. Itu data sampai per hari Rabu (23/11) kemarin,” tuturnya. (bay)

Robi tewas dijalan, diduga korban tabrak lari

PASEH – Diduga jadi korban tabrak lari, Robi (25) warga Dusun Biru, Desa Bongkok, Kecamatan Paseh, tewas mengenaskan di Jalan Raya Bandung-Cirebon tepatnya di Dusun Andir, Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh, Rabu (23/11) malam.
Informasi yang diterima Sumeks, kecelakaan itu melibatkan sepeda motor yang diduga bertabrakan dengan sebuah truk. Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang motor, Robi (25), tewas di tempat kejadian.
Sementara itu, pengemudi motor Riki Buntara (22), warga Dusun Jambu, RT 01 RW 02, Desa Jambu, Kecamatan Conggeang mengalami luka parah ditubuhnya. Pasca kejadian tersebut, Kedua korban langsung dibawa ke RSUD Sumedang.
Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai, melalu Kasubag Humas, AKP Dadang Rostia, mengatakan, kejadian tersebut diketahui Rabu sekitar pukul 22.15.
Dari kejadian tersebut, tidak ada yang tahu persis kronologis kejadiannya. Namun menurut kesaksian dari warga setempat, AKP Dadang menerangkan jika korban datang dari arah Bandung menuju Cirebon menggunakan sepeda motor jenis Honda beat nopol E 3449 IP.
“Kebetulan pada saat kejadian tidak ada yang tahu persis kejadiannya seperti apa,” katanya, Kamis (24/11).
Di lokasi kejadian, diduga motor yang ditumpangi keduanya bertabrakan dengan sebuah truk yang datang dari arah berlawanan. Namun sayang, setelah terjadi kecelakaan yang merenggut satu nyawa, truk tersebut malah melarikan diri.
“Untuk saat ini, truk yang diduga menabrak korban masih belum teridentifikasi karena melarikan diri usai tabrakan. Saat ini perkaranya sedang ditangani oleh Unit Lakalantas Polres Sumedang,” ujar AKP Dadang. (bay)

Kamis, 24 November 2016

Kasus Cabul terus meningkat

Sumedang-Kasus pencabulan yang terjadi di sejumlah daerah telah menjadi perhatian publik. Seperti yang terjadi di daerah Kapuas, provinsi Kalimantan Tengah, Keluarga korban sempat menangis karena pelaku pencabulan terhadap anaknya masih berkeliaran di daerahnya. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Sumedang, dimana pelaku pencabulan yang diduga oknum guru tersebut masih berkeliaran di Sumedang. Dengan kejadian tersebut, diharapkan Polres Sumedang dapat segera mengadili pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Salah satu publik figure yang meminta agar kasus tersebut segera di selesaikan adalah Anggota Komisi 10 DPR RI yang membidangi pendidikan, H Doni Ahmad Munir. Ia mendorong agar pelaku bisa segera di adili. " Saya berharap pihak kepolisian bisa segera menyelesaikan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, jumlah pelaku pencabulan di Kabupaten Sumedang yang telah di bui sampai November 2016 saat ini, sudah ada sekitar 35 orang. Dan jumlah berikut dinilai bertambah dari tahun 2015 lalu. " untuk tahun ini memang bertambah. Kalau tahun kemarin ada sekitar 27 pelaku yang dimasukan ke LP. Kalau sekarang sudah mencapai 35 pelaku, dan terakhir yang masuk itu pada tanggal 3 November 2016 kemarin," kata Ka Lapas II B Kabupaten Sumedang, Ika Prihadi Nusantara, melalui Kasubsi Registrasi, Tatang Sudriana.

Sementara itu, untuk kejadian pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum guru di SD Cikadu, Kecamatan Situraja, yang terjadi beberapa waktu lalu, hingga saat ini belum masuk kedalam pengadilan. " Yang guru belum masuk ke pengadilan. Sementara, kami masih belum liat data perkara ini," ujar Humas sekaligus Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Sumedang, Tofan Husma Pattimura, SH.

Ditempat terpisah, Kapolres Sumedang AKBP Agus Iman Rifai melalui Kasub bag Humas, AKP Dadang Rostia mengatakan, kasus tersebut sedang terus di proses. Namun, AKP Dadang belum bisa menyampaikan lebih jauh lagi dikarenakan menyangkut privacy. " Kasus ini terus berjalan, dan terus kami proses. Untuk lebih jauhnya kami belum bisa menyampaikan apa-apa terlebih dahulu, karena ini juga menyangkut privacy korban yang harus kita jaga," tuturnya. (Bay)

Rabu, 23 November 2016

Ketua Umum DPP PPP, M Romahurmuziy
Doni akan tetap dukung Romi

Sumedang- Terkait dengan Putusan PTUN Jakarta Rabu (23/11) yang membatalkan SK Menkumham tentang pengesahan kepengurusan hasil Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur pada April 2016 lalu, DPP PPP dibawah Ketua Umum M. Romahurmuziy akan mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, ketua DPC PPP Kabupaten Sumedang, H Doni Ahmad Munir, akan tetap mendukung Romahurmuziy untuk menjadi ketua umum DPP PPP. " Kami akan tetap mendukung Romi," katanya ketika dihubungi, Rabu (23/11)

Walaupun dengan kondisi tersebut, Doni pastikan tidak akan berpengaruh terhadap kondisi partai di Kabupaten Sumedang. " Kemenkumham dan PPP pak Romi saat ini telah mengajukan banding. Oleh karena itu Insya allah itu tidak akan berpengaruh terhadap kesolidan PPP di Kabupaten Sumedang," ujar Doni.

Doni yang baru saja menggelar Musyawarah Cabang ke IIX PPP Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang, berharap polemik yang ada di tubuh partai berlambang kabah tersebut segera berakhir dengan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. " Saya berharap ini bisa secepatnya selesai.  dan Kader PPP juga yang ada di bawah bisa  tetap solid," jawabnya singkat. (Bay)

Selasa, 22 November 2016

Hasil Polling para kandidat terus alami perubahan

PEROLEHAN  hasil sementara poling bakal calon Bupati Sumedang pilihan rakyat di hotnewssumedang.blogspot.co.id , menunjukuan adanya perubahan dari hari sebelumnya.

Terbukti, perubahan cukup Signifikan terjadi dengan sejumlah kandidat pilihan masyarakat seperti, Irwansyah Putra yang kini berada di 4 persen, Zainal Alimin 8 persen, Kompol Setya Widodo 23 persen,Herman Suryatman 4 persen, Eka Setiawan 1 persen dan Agung Anugrah 2 persen.

Sementara itu, Doni Ahmad Munir masih tetap memimpin dengan perolehan sementara menjadi 54 persen.

Catatan tersebut kami dapati pada jam 07.00 WIB.

Kami melakukan poting ini hanya tinggal empat hari lagi, untuk kedepannya tentu kami akan menambah nama-nama para kandidat sesuai dengan permintaan masyarakat.

Semoga bermanfaat
Ucie Sucita, artis pendatang baru asal Sumedang
Ucie Gadis cantik asal Sumedang, calon penerus Rossa

Sumedang - Kabupaten Sumedang terus melahirkan banyak publik figur dalam dunia entertainment. Setelah sebelumnya muncul bibit-bibit baru dalam dunia musik, seperti Vera KDI dan Hayati D'Academy, kini muncul lagi pendatang baru asli Sumedang yang bernama Suciati Ekasari, keluaran SMAN 1 Sumedang.

Berbeda dengan yang lainnya, wanita cantik yang akrab dipanggil Ucie Sucita tersebut sudah menoreh banyak prestasi di dalam dunia entertain. Salah satunya adalah pada 9 November kemarin, wanita kelahiran Sumedang, 28 Mei 1990 tersebut berhasil menyabet penghargaan kategori Artis penyanyi Dangdut pendatang baru wanita terpopular, di Indoneaian Dangdut Award Indosiar.

Ucie yang memiliki 1,5 juta viewer di lagu pertamanya ' Aku Bukan Batu Cincin ', juga merupakan seorang artis sinetron. " Iya, alhamdulillah saya juga ikut main jadi pemeran antagonis di Sinetron Senandung. Saya disana berperan sebagai Puput," katanya, Selasa (22/11).

Setelah sukses dalam entertain, Ucie yang juga kini terikat kontrak di Nagaswara tersebut, saat ini kembali masuk nominasi Anugrah Dangdut Indonesia, Kategori Penyanyi Dangdut Pendatang Baru Terpopuler di MNC TV. Ia berharap, dari berbagai prestasi yang diraihnya di Ibukota, bisa turut mengharumkan daerah kelahirannya di Kabupaten Sumedang, seperti artis fenomenal Rossa.

" Alhamdulillah, nama saya bisa jadi besar setelah main sinetron Senandung. Secara tidak langsung itu telah memperkenalkan nama saya Uci sucita. Jadi kalau kemana-kemana, nama itu sudah mulai banyak dikenal. Dan itu juga sangat berpengaruh saya bisa masuk dalam nominasi ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi awal kesuksesan saya dan bisa jadi motivasi juga dalam berkarya di balantika musik Indonesia," tutur wanita yang beralamatkan dilingkungan Kaum, belakang masjid Agung Sumedang tersebut. (Bay)
Ketua DPC PPP Kab Sumedang, Doni Ahmad Munir (Net)
Doni munir yakin maju di pemilukada 2018

Sumedang - Sekretaris Pimpinan fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI Doni Munir ST. MM. mengatakan, pihaknya meyakinkan jika jabatannya sekarang sebagai anggota DPR RI rela dilepas dan siap untuk maju dalam ajang Pemilhan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) kabupaten Sumedang tahun 2018 mendatang.

''Selain permintaan dari masyarakat, keputusan untuk maju di pemilukada tahun 2018 tersebut dipinta juga oleh internal partai dalam hal ini  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, " terangnya kepada wartawan seusai acara Sosialisasi Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka tunggal ika di aula Desa Cilayung, Selasa (22/11/2016) Sore.

Tak hanya itu, lanjut Doni, sebagian tokoh masyarakat sumedangpun meminta untuk melanjutkan kiprah PPP yang mana salahsatu partai besar dengan jumlah suara hak pilih terbanyak di kabupaten sumedang.

"Saat ini, saya harus yakin untuk ikut serta dalam pemilu kada nanti pasalnya, ada beberapa program yang harus dilanjutkan dan itu menjadi kewajiban kami selaku kader PPP,"katanya.

Selain itu, tutur Doni, sebagai kader PPP  pihaknya merasa bertanggung jawab untuk memajukan pembangunan di kabupaten sumedang dengan maksimal.

"Ya, mohon do'a restunya dari segenap warga sumedang semoga apa yang dicita-citakan masyarakat sumedang dapat terwujud demi kemajuan kabupaten sumedang,"ucapanya. (Aln)
Stone Claser 99 Dusun Sukasari RT 03 RW 04 Desa Tolengas Kecamatan Tomo
Pekerja Cluser tewas dilokasi kerja

Tomo - Eye Carya Bin Anam (31) warga Dusun Sukasari RT 02/ RW 04 Desa Tolengas Kecamatan Tomo harus meninggal dunia di tempat kerja, Selasa (22/11). Korban diketahui meninggal oleh rekan kerjanyanya, Hendra bin Asep dan Jumali di Stone Claser 99 Dusun Sukasari RT 03 RW 04 Desa Tolengas Kecamatan Tomo.

Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai, melalui Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Budi Nuryanto SPd mengatakan korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.10. Sebutnya, menurut keterangan saksi Hendra posisi korban pertama kali diketahui sedang menyandar di mesin ayakan. "Badan korban mengarah ke timur seperti sedang duduk di besi kawat dinamo ," kata Budi kepada wartawan melalui rilisnya, kemarin.

Disebutkan Budi, kemudian korban diangkat dan di bawa ke kantor. Namun, saat itu korban sudah tidak bernafas. "Akhirnya korban dibawa ke Puskesmas Tomo sekitar puku 11.30," tandasnya.

Dikatakan Budi, setelah diperiksa di Pukesmas Tomo, pihak Puskesmas Tomo menyatakan korban mempunyai penyakit. "Menurut informasi di lapangan korban menderita pusing dan sesak napas telah lama. Sehingga, menyebabkan korban meninggal," tukasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian melalui Polsek Tomo mengambil langkah-langkah. Diantaranya, melakukan cek TKP, melakukan pengecekan korban di Puskesmas Tomo dan mencatat identitas saksi-saksi. "Sementara untuk anggota yang ke TKP antara lain Kapolsek Tomo, Kompol Doto, unit Reskrim Polsek Tomo, petigas SPKT dan unit Intel Polsek Tomo," jelasnya. (Bay)
Awel berpesan agar masyarakat Sumedang pilih pemimpin terbaik

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi PDIP asal Kabupaten Sumedang, Drs. Agus welianto santoso. SH,

Kota-Menjelang bergulirnya Pilkada 2018 mendatang, sejumlah kandidat sudah banyak yang muncul ditelinga masyarakat. Sejumlah pihak berpendapat, adanya suasana politik yang sudah hangat sejak saat ini, merupakan salah satu imbas dari akan berlangsungnya Pilkada serentak di tahun 2017 nanti. Dosen tetap Universitas Nusantara, Bandung, yang juga pernah aktif dalam politik, Maman Suherman, Drs. M.M.Pd, mengatakan, imbas dari akan segera berlangsungnya Pilkada serentak nanti di sejumlah daerah turut menular ke daerah lain seperti salah satunya Sumedang. Maman menilai sebagian masyarakat tampaknya sudah antusias dari sekarang.

" Pilkada serentak itu akan berlangsung pada tahun 2017 dibeberapa daerah atau provinsi di Indonesia, dan itu akan jadi pesta rakyat. Nah, hal yang menarik dari dampak pilkada serentak di tahun 2017 ini, adalah sudah mulai tampak dimanfaatkan oleh sejumlah kandidat untuk menaikan isue para bakal calon. Padahalkan di Sumedang itu Pilkadanya baru akan dilaksanakan pada 2018 mendatang," katanya, Selasa (22/11).

Terlepas dari semua itu, Maman menilai itu merupakan suatu hal yang wajar. Karena eksistensi, khususnya bagi para bakal calon akan membantu untuk menaikan popularitasnya. " Isue yang telah berkembang tentang bakal calon di Sumedang saat ini, itu merupakan hal yang wajar-wajar saja. Apalagi jika memang masyarakat mengharapkan sosok bupati yang tepat. Dan saya pikir itu tidak masalah selama tidak menyalahi aturan-aturan yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi PDIP asal Kabupaten Sumedang, Drs. Agus welianto santoso. SH, meminta kepada masyarakat Sumedang untuk memilih pemimpin yang terbaik. " Rakyat harus cari pemimpin yang visioner setelah HES tidak ada. Parameter pemimpin harus memenuhi syarat UU yang telah ditentukan," kata pria yang kerap dipanggil Awel.

Awel juga menegaskan, calon pemimpin harus asli sumedang. Dan memiliki pendekatan budaya local wisdem. Hal itu dibutuhkan karena Sumedang tidak lepas dari sejarah ka sumedangan. " Kita seharusnya bisa kembalikan kota Sumedang seperti jamannya bupati DRS Sopian Iskandar dulu. Harus cari pemimpin itu yang jelas titik pamiangannya dan memenuhi sarat sorot tidak tercela. Jangan sampai cari peminpin dengan emosional pragmatis tidak jelas asal usulnya. Apalagi berpotensi kena masalah hukum," tuturnya. (Bay)

Senin, 21 November 2016

Ketua DPC PPP Kab Sumedang, H Doni Ahmad Munir (Net)
Doni unggul pada polling versi Hot News Sumedang

Sumedang-Memantau hasil poling Media Sosial HotNewssumedang.Blogspot.Com,  Senin (21/11) sampai jam 18.00 WIB, cukup menjadi perhatian masyarakat Sumedang. Dari sejumlah kandidat para  Bakal Calon Bupati pilihan masyarakat yang  tengah hangat dibicarakan jelang pilkada 2018 mendatang, poling   tertinggi saat ini diraih oleh Ketua DPC PPP Kabupaten Sumedang, H Doni Ahmad Munir dengan perolehan 59 persen.

Posisi kedua ditempati oleh Kompol H Setya Widodo dengan jumlah perolehan  21 persen, dilanjut H Zainal Alimin 6 persen, Irwansyah Putra 6 persen, H Eka setiawan 2 persen, Moh Agung Anugrah 2 persen dan  Herman Suryatman 2 persen.

Poling ini sewaktu-waktu akan berubah sesuai dengan  antusias Masyarakat Sumedang yang menginginkan pemimpin terbaik untuk Kabupaten Sumedang. Sementara itu, Poling yang dilakukan oleh Hot News Sumedang ini, semata-mata bertujuan untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat Sumedang serta untuk para calon kandidat sendiri, melalui polling ini diharapkan akan menjadikan referensi dalam meningkatkan popularitas dan elektabilitas.( Asn )
Kadisdik Kab Sumedang, Sonson Nurikhsan bersama
Ketua PGRI Kab Sumedang, H Dedi Suhayat
Sonson : Guru harus semakin berkesan di Masyarakat

Sumedang - Siraman rohani diharapkan dapat menjadi penetrasi batin bagi para guru yang kesehariannya berkecimpung dengan dunia anai-anak dan kurikulum di sekolah.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Sonson Nurikhsan seusai menghadiri Resepsi  HUT  PGRI ke 71 tingkat Kabupaten Sumedang bersama KH Muhammad Ridwan di Bale Ratjih Natawidjaya, Kompleks Islamic Center, senin (21/11). " Hari ini kita jadikan momen terbaik untuk refreshing, agar mereka (guru.red) lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya kedepan," kata Sonson.

Ia menjelaskan, selain tabligh akbar, sesama guru dapat mempererat tali silaturrahmi yang mungkin selama ini tidak bisa mereka lakukan karena rutinitas di sekolah yang begitu padat. " Mudah-mudahan berdampak positif  bagi para guru sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Sumedang," katanya.

Ia berjanji, di ulang tahunnya yang ke 71,pelayanan Dinas Pendidikan terhadap para guru di Sumedang akan  lebih ditingkatkan lagi . Hal senada dikatakan Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, H Dedi Suhayat S.Pd, M.Pd, kegiatan tabgigh akbar bagi para guru merupakan suatu kegiatan yang sangat baik. "Ketika berbicara masalah pembinaan karakter yang langsung disampaikan sang kiayi, sangat menyentuh hati," kata Dedi mewakili para guru .

Guru diharapkan tidak terlalu jenuh dengan rutinitas kegiatan belajar mengajar.
" Sekali-kali mereka harus mendengarkan tausiyah dari para tokoh agama atau ilmuwan yang akan menguatkan mentalitas diri guru itu sendiri," katanya.

Setelah menerima  pembekalan berbagai hal, baik secara religius atau secara keilmuan, para tenaga pengajar ini diharapkan  merasa lebih baik dari sebelumnya.
Ia berharap, diusianya yang ke 71 tahun, PGRI akan lebih eksis dan berkiprah sehingga mendapat pengakuan dari masyarakat bahwa guru itu benar-benar sebuah profesi yang melaksanakan tuganya sesuai dengan peraturan yang ada.

" PGRI di Sumedang kedepan harus mampu  mengawal program-program pemerintah dalam bidang pendidikan mulai dari pusat hingga ke daerah," paparnya.

Khususnya, kata Dedi, Program Bupati yang  dalam hal ini Dinas Pendidikan, PGRI berjanji  akan selalu mendukungnya. (Asn)
Net. Illustrasi
FKDT Pertanyakan Insentive guru ngaji 

Sumedang - Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT ) Kabupaten Sumedang,  Nuroni Octora, menyayangkan kebijakan Pemkab Sumedang  yang menghentikan insentif bagi para guru ngaji dan pengajar Madrasah Diniyah.
Padahal lembaga tersebut berperan dalam menyukseskan program pemerintah untuk  mewujudkan Sumedang Senyum Manis.

" Sejak tahun 2009, lembaga-lembaga diniyah  mendapatkan fasilitas insentif untuk  kesejahteraan para pengajarnya yang dikucurkan dari Pemkab," kata Nuroni, kemarin.

Namun, sejak tahun 2015 hingga sekarang, dana   tersebut  menjadi terputus, padahal kiprah  madrasah diniyah memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi penerus. "  Para guru madrasah diniyah  itu  kebanyakan  non PNS, untuk penghidupan mereka  itu dari mana?" Tanya Nuroni.

Meskipun ada sumbangan dari murid, kata Nuroni,  hanya alakadarnya saja, tidak akan bisa menutupi kebutuhan hidup, sedangkan  setiap hari mereka harus mengajar di lembaga tersebut.  " Mudah-mudahan  kedepannya pemerintah dapat mengucurkan lagi dana untuk kesejahteraan mereka ," ujarnya.

Meskipun lembaga penerima uang harus memiliki payung hukum sesuai dengan peraturan keuangan, kata Nuroni, tetapi apakah pemerintah tidak punya cara lain agar mereka mendapatkan insentif ?. " Meskipun nilainya tidak terlalu besar, tatapi akan menjadi motifasi bagi para pengajar madrasah diniyah termasuk para guru ngaji. Mereka akan merasa diperhatika pemerintah," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memberi stimulan atau pemicu semangat mereka dalam membentuk karakter anak-anak menuju ke arah yang lebih baik. " Misalnya  melalui dana desa atau yang lainnya. Jangan sampai perhatian pemerintah terhadap keagamaan menjadi terhenti," paparnya.

Sedangkan, kata Nuroni, visi misi Sumedang adalah senyum manis. " Salah satunya menjadikan masyarakat yang agamis," tuturnya. (Asn)
Ketua DPD PAN Kab Sumedang, Ajat Sudrajat (Kanan)
bersama para kader melakukan diskusi dengan Ketua
KPUD Kab Sumedang, Asep Kurnia
PAN adakan diskusi dengan KPUD

Sumedang-Menjelang Pilkada 2018 mendatang, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumedang, melaksanakan sejumlah persiapan. Diantaranya mengadakan diskusi sekaligus sosialisasi Undang-undang Pilkada, Pileg dan Pilpres. Dalam kegiatan tersebut, ketua KPUD Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia, dijadikan sebagai pemateri dihadapan para kader PAN.

Ketua DPD PAN Kabupaten Sumedang, Ajat Sudrajat, membenarkan adanya kegiatan tersebut yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di kantor DPD PAN yang berada di jalan Kebonkol, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan. " Iya, kami sengaja melaksanakan kegiatan diskusi tersebut sebagai salah satu persiapan menyambut Pilkada nanti," katanya, Senin (21/11).

Selain itu, Ajat juga menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, DPD PAN juga turut membentuk sebuah tim untuk Pilkada mendatang. " Peserta yang hadir ini kan pengurus harian DPD dan Para Ketua DPC se Kabupaten Sumedang. Jadi sekalian di dalam acara ini kita adakan juga untuk persiapan pembentukan tim Pilkada DPD PAN. Bahkan kita juga akan mempersiapkan kader terbaik PAN untuk maju di Pilkada," ujar Ajat.

Ajat juga menerangkan, setelah sukses melakukan konsolidasi partai hingga ke tingkat bawah, DPD PAN siap memenangkan Pilkada 2018 mendatang. " Dengan terbentuknya struktur kepengurusan sampai tingkat Desa, maka PAN siap untuk memenangkan Pilkada 2018. Para pengurus dan Kader terus diberikan pelatihan & materi terkait Pilkada. Selanjutnya rekreutmen saksi yang ditargetkan selesai Maret 2017 untuk selanjutnya akan diberikan pelatihan - pelatihan untuk saksi," sebutnya. (Bay)
Ketua Dewan Pengupahan, Kab Sumedang, Jarkasih SH
Upah di Kabupaten Sumedang naik 8,25 persen

Sumedang - Pasca demo buruh di Induk Pusat Pemerintahan (IPP) kabupaten Sumedang beberpa waktu lalu, Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Sumedang, Jarkasih SH Menyampaikan, pihaknya memastikan bahwa kenaikkan upah di kabupaten Sumedang akan terealisasi. Namun, jumlahnya tidak seperti apa yang diharapkan oleh kaum buruh yakni mencapai angka 31% dari Upah Minimum Kerja (UMK) tahun 2016.

“ Karena berdasarkan surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor B.175/MEN/PHIJSK-UPAH/X/2016, perihal penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2016,” kata Jarkasih, saat ditemui diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Selain  itu, lanjut Jarkasih, Sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan sebagai berikut, Gubernur wajib menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2017 dan sesuai pasal 44 ayat 1 dan 2 PP no 78 tahun 2015 maka, penetapan UMP dan UMK tahun 2017 menggunakan formula perhitungan upah minimum sesuai dengan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional atau pertumbuhan produk domestik bruto.


“Intinya, kenaikan upah yang nanti akan terealisasi mengacu pada sumber Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) sesuai surat Kepala BPS RI nomor B-245/BPS/1000/10/2016 tanggal 11 Oktober 2016 yakni, Inflasi nasional sebesar 3,07% serta pertumbuhan ekonomi sebesar 5,18%,” ujarnya.

Oleh sebab itu, terang Jarkasih, berdasarkan pasal 63 PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, bagi daerah yang upah minimumnya pada tahun 2016 masih dibawah nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) wajib menyesuaikan upah minimumnya sama dengan KHL paling lambat pada tahun 2019.

“Sehingga, kenaikan upah buruh di sumedang pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 8,25%,”sebutnya.(Aln)
SD diwilayah tol Cisumdawu harus di relokasi

Net Illustrasi

Sumedang-Sekolah Dasar (SD) Negeri Sukawening yang berlokasi di jalan Panyirapan Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara,  keberadaanya dikhawatirkan oleh orang tua murid dan sejumlah guru pengajar di sekolah tersebut. Pasalnya, sekolah tersebut terletak sangat dekat dengan mega proyek pembangunan TOL Cisumdawu.
"Memang sangat beresiko, jarak sekolahan dengan pembangunan proyek TOL Cisumdawu itu hanya beberapa meter saja dan sangat berbahaya dengan  aktivitas para murid-murid sekolah," ujar salah seorang wali murid, warga asal Desa Mekarjaya, Dadan (45), kemarin.

Ia berharap, pemerintah bisa merelokasi bangunan sekolah tersebut. Sementara itu, seorang guru SDN Sukawening, Agus D Lustriana, menyampaikan, keberadaan sekolah itu memang nantinya akan direlokasi. Namun, masih dalam proses pencarian lahan dan lokasi pengganti. "Kami berharap, proses relokasi secepatnya terealisasi agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,"ujar Agus.

Selain itu, menyikapi persoalan tersebut Bupati Sumedang H. Eka Setiawan turut mengatakan, pihaknya membenarkan adanya beberapa sekolahan yang terkena oleh proyek TOL Cisumdawu. " Dalam waktu dekat, Saya akan segera membahas bersama-sama pihak terkait seperti, satker tol cisumdawu, pemkab sumedang dan dari unsur masyarakat," sebutnya.

Eka juga menyampaikan, Hal ini tidaklah mudah. Dikarenakan, segala sesuatunya harus di rencanakan dengan matang seperti pengadaan lahan pengganti dan bangunan sekolah baru. " Itu semua harus di musyawarahkan bersama. Saya harap, solusi yang terbaik semoga dapat di realisasikan" tuturnya. (Bay)

Minggu, 20 November 2016

Bupati Sumedang, Eka Setiawan ketika diwawancarai sejumlah wartawan
Bupati Kutuk tindakan Pencabulan

Sumedang- Bupati Sumedang Eka Setiawan mengecam keras terhadap perbuatan oknum guru olah raga yang diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah siswa sekolah dasar  di Desa Cikadu Kecamatan Darmaraja beberapa waktu lalu.
Karena perbuatan tersebut dinilai akan mengaggu psikologis anak-anak yang dapat menimbulkan trauma sepanjang hidupnya.
Namun sejauh ini, bupati mengaku belum  menerima laporan secara resmi dari dinas yang bersangkutan ,terkait adanya dugaan  pencabulan tersebut.

" Memang kalau di media sudah muncul berita tersebut, saya akan  konfirmasi dulu . Terus terang, perbuatan seperti itu saya kecam, itu tidak bagus ," kata Bupati  Eka Setiawan, baru-baru ini.

Sebagai pengajar, sambung Eka, guru seharusnya memberikan contoh dan suri tauladan kepada anak didiknya. Guru seharusnya digugu dan ditiru. " Tetapi jika benar okum guru itu   melakukan tindakan yang amoral seperti berita yang  tersebar belakangan ini, saya fikir semua orang  juga mengutuk perbuatan tersebut," katanya.

Yang jelas, kata Eka, dirinya belum mendapatkan laporan resmi  tentang perbuatan oknum guru tersebut. Menyikapi  dugaan pecabulan yang dilakukan oknum guru, ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) Ani Gestaviani mengatakan, pihaknya tengah menunggu perkembangan penyelidikan yang sedang  dilakukan  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumedang. " Kami sedang berkoordinasi dengan Polres Sumedang, karena itu mitra kami, " terang Ani.

Ia maparkan,  korban pencabulan akan mengalami gangguan psikologi yang  berakibat depresi bahkan bunuh diri. " Jika memang benar adanya, kita akan lakukan pendekatan-pendekatan untuk memulihkan psikologi korban ," ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini Dinas terkait masih belum bisa memberikan kejelasan tentang oknum guru olah raga yang diduga melakukan pencabulan terhadap beberapa  anak didiknya tersebut. (Asn)