Jumat, 07 Oktober 2016


Salah seorang karyawati Toko Brownis Amanda menunjukan produk andalannya
Lezatnya Cheese Cream Brownis Amanda jadi Favorit

JATINANGOR- Sebagai penyandang kawasan pendidikan, sudah barang tentu kecamatan  yang berada di ujung barat Kabupaten Sumedang ini dibanjiri mahasiswa dari berbagai pelosok Nusantara yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi ternama.

Keadaan tersebut dipandang  pengusaha   sebagai peluang bisnis yang cukup  menjanjikan. Tak heran jika di sepanjang ruas jalan yang membelah kawasan  tersebut berderet sejmlah toko kue dan makanan .

    Salah satunya,  Toko  Brownis Amanda yang sudah setahun bertengger di Jalan Raya Jatinangor Nomer 422 B ini,  menawarkan berbagai brownis  yang lezat, halal dan pastinya terjangkau.

" Untuk memenuhi permintaan pelanggan, kami menyediakan berbagai macam brownis diantaranya Original, chese cream, blue berry, tiramisu , sarikaya pandan, banana bizz , green marber, dan lain-lain," kata Ali Saeful Arifin, administrasi outlet Amanda kepada Sumeks, belum lama ini

Dari sekian banyak jenis produk Amanda, kata Ali, Brownis Original paling banyak dicari pasalnya   memiliki tekstur lebih  lembut dan empuk.

" Chese cream pun termasuk salah satu yang digemari , karena bagian atasnya seratus  persen terbuat dari  keju," katanya.

Bahkan, lanjut Ali ,  sarikaya pandan  yang memiliki tekstur lebih  legit ini , sering ditanyakan para  pelanggannya yang didominasi oleh  mahasiswa .

Ia mengaku, setiap harinya tidak kurang dari lima puluh box brownis  laku terjual. " Apalagi kalau libur panjang bisa mencapai seratus box,  " katanya.

Selain beragam brownis,   toko yang bersebelahan dengan kantor kecamatan itu pun menyediakan cemilan . "  Ada keripik pisang, kripik kentang, dan sus krim, " terang  Ali.

Andini, mahasiswi asal Bekasi mengaku , toko brownis Amanda menjadi tempat favourite nya dalam belanja brwonis. " Tiap kali mau pulang ke Bekasi, pasti saya mampir dulu  ke sini , untuk sekedar  membeli oleh-oleh buat mama di rumah," katanya. (Asnur)
Program Menarik Rabbani di Hari Batik Nasional

Salah seorang Karyawan Rabbani Cabang Sumedang menunjukan Produk andalan Rabbani
KOTA- Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober lalu dijadikan momentum bagi Toko Kerudung Rabbani untuk memberikan fasilitas diskon bagi pengunjung yang memakai busana batik.

SPV Rabbani Bunker Sumedang, Imas siti nurjanah mengatakan, program  diskon   diberlakukan pada  hari ini, jum at (7/10) , pasalnya hari Jum at penggunaan pakaian batik banyak  dikenakan terutama sejumlah  instansi pemerintah  .

"  Bagi pengunjung yang mengenakan pakaian batik , khusus hari ini kita kasih potongan harga sebanyak 25 persen untuk semua item," katanya.

Dikatakannya, program 25 persen ini merupakan program pusat dalam memperingati hari nasional.
" Bahkan pada momen lain pun  kita selalu adakan program diskon," terangnya.

Imas menambahkan, Rabbani bukan hanya saja memproduksi kerudung, melainkan seluruh  perlengkapan busana mulai dari anak-anak hingga dewasa.    " Termasuk  baju koko dan  mukena ," katanya.

Dikatakan imas, Baju Kemeja  Koko ( Kemko ) Rabbani merupakan baju koko kedua setelah pakaian batik.
" Artinya baju koko buatan Rabbani bukan hanya pakaian untuk sholat saja, tapi  sudah banyak dikenakan pada acara-acara formal," katanya.

Karena Kemko Rabbani, lanjut Imas , memiliki model yang moderen, meskipun baju taqwa namun lebih condong ke kemeja yang modis.   " Tidak jarang mereka kenekan pada saat acara rapat atau acara resmi lainnya," terangnya. (Asnur)
Kepala Sekolah SD Pasanggrahan 1, Nunung Kuswati
salah seorang anggota PGRI yang menjadi korban Longsor
Anggota PGRI yang jadi korban Bencana Longsor alami trauma 

KOTA-Korban bencana dari anggota PGRI hingga hari ini bertambah menjadi 24 korban. Sebelumnya, yang tercatat dan telah dilaporkan ke PGRI pusat baru mencapai 22 korban. Dari 24 korban bencana tersebut, 2 diantaranya mengalami kerusakan parah pada kediamannya. Sementara sisanya hanya terkena dampak.

" Besok sekretaris PGRI akan diutus rapat ke provinsi untuk membahas masalah tersebut. Nanti akan didampingi oleh perwakilan dari PGRI kecamatan Sumedang Selatan yang kebetulan ada diwilayah bencana," kata Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, Dedi Suhayat, Jumat (7/10)

Sementara itu, anggota PGRI Kabupaten Sumedang yang menjadi korban bencana longsor, Nunung Kuswati (55) yang juga seorang Kepala Sekolah SD Pasanggrahan 1, menuturkan, belum
adanya perhatian dari pemerintah Kabupaten Sumedang.

" Dari pemerintah belum ada pembicaraan apa-apa. Sementara untuk mengajar ya tetap harus berjalan. itu makanya para korban yang merupakan rekan kita  harus ngungsi ke keluarga bahkan hingga ada yang ngontrak. Itu karena memang tugasnya harus tetap mengajar," ujarnya.

Oleh karena itu, memperhatikan anak didiknya merupakan salah satu alasan dari Nunung untuk tidak ikut mengungsi.
" Saya tidak ikut ngungsi, sekarang saya tidur  dirumah sodara yang ada di didekat rumah saya dan terbilang aman," kata Nunung.

Nunung juga membeberkan sejumlah kerusakan yang ada dirumahnya. " Keruksakan ada di bagian belakang, dan lantai juga sudah terkelupas, bahkan sampai kelihatan menjorok ke atas sekitar 20 cm. Selain itu, benteng rumah juga retak-retak," sebutnya.

Hingga saat ini Nunung dan para korban lainnya merasa trauma untuk menempati tempat tinggalnya. Dikarenakan khawatir akan terjadi lagi longsor. Selain itu, ia juga berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

" Saat ini saya trauma untuk tinggal dirumah. Saya, kalau dirumah jadi tidak tenang, apalagi tinggal sama suami saja. Saya berharap sama dengan yang lainnya, ingin direlokasi. Tapi kan kita juga nunggu kabar dari hasil pengujian dulu, kalau tidak layak ya pindah saja," tuturnya. (Bay)
Jalur Cirebon-Bandung yang ada di Kecamatan Tomo
Terputus akibat kondisi tanah yang labil

Jalan Amblas, 5000 Pelanggan PDAM tak terairi

KOTA-Imbas jalan amblas yang terjadi di jalur nasional Cirebon-Bandung, tepatnya di Blok Cireki, Desa Bugel, Kecamatan Tomo, dapat dirasakan juga oleh para pengguna air PDAM. Sekitar 5000 lebih pelanggan yang ada di dua Kecamatan, yakni Tomo dan Ujungjaya, terpaksa tidak bisa menggunakan air bersih tersebut.

Kepala Teknisi Lapangan PDAM Kecamatan Tomo, Djudju Kusmana, mengatakan jika pipa saluran air yang tertanam dalam tanah diwilayah tersebut ada beberapa yang patah. " Akibat jalan amblas, pipa jaringan distribusi tergerus oleh belahan tanah disebelah kiri dan kanan. Dan saluran tersebut yaitu jaringan pipa yang mengairi wilayah Kecamatan Tomo dan Ujungjaya," katanya, Jumat (7/10).

Untuk saat ini, pihak PDAM telah melakukan upaya penanggulangan dengan menggunakan pipa darurat.
" Saat ini untuk Ujungjaya, kita melakukan penanggulangan dengan menggunakan  pipa darurat. Jadi, yang semula dikubur, sekarang posisinya jadi diatas saluran air. Keruksakan untuk jalur Ujungjaya ini ada sekitar 5 batang pipa yang patah," ujar Djudju.

Sementara untuk saluran air wilayah Kecamatan Tomo, Djuju menerangkan jika proses penanggulangan akan memakan waktu cukup lama. Pasalnya, selain mengalami kerusakan yang cukup parah, pihak PDAM juga harus mengganti salah satu pipa dengan jenis pipa yang terbilang sulit dalam pemasangannya.

" Yang jalur Tomo, itu akan memakan waktu lama sekitar 1 sampai 3 hari. Alasannya, karena pipa yang digunakan itu dengan jenis DCIP yang berdiameter 200 mm (8 inch), tergerus oleh tanah. Dan itu akibatnya, sambungannya, sekitar 2 batang pipa menjadi patah dan dipindahkan secara darurat. Oleh karena itu, pipanya harus diganti sekitar 25 meter. Kesulitan lainnya ya karena itu kan berbahan steel, jadi terbilang susah pemasangannya," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, PDAM harus rela menelan kerugian hingga mencapai Rp 10 juta bahkan lebih. " Kerugian PDAM dalam 1 x 24 jam itu bisa mencapai Rp 10 juta lebih pendapatannya. Untuk 2 kecamatan yang tidak terairi tersebut, menyebabkan banyak konsumen yang komplain. Dan selain itu, sekarang karena sedang musim hujan, kami jadi khawatir akan tergerus lagi," sebutnya. (Bay)

Kamis, 06 Oktober 2016

Siswa SDN Karangmulya, mengikuti kegiatan
belajar mengajardi SDN Pasanggrahan 1

SDN Karangmulya Nebeng di SDN Pasanggrahan 1

KOTA-Siswa SDN Karangmulya hari ini, kamis (6/10) sudah mulai belajar di kelas , meskipun meminjam bangunan SDN Pasanggrahan 1 yang berlokasi  di jalan Pangeran Kornel 121 Sumedang Selatan .

Kepala Sekolah SDN Karangmulya, Supiah S.Pd Mengatakan, pemindahan tempat belajar tersebut dilakukan mengingat Kegiatan Belajar Mengajar di tempat terbuka dinilai sudah tidak efektip lagi , pasalnya konsentrasi siswa dalam menyerap materi pelajaran tidak fokus.

" Anak-anak terlalu banyak bermain dari pada belajarnya ," kata Supiah , kamis (6/10) .

Dikatakannya, pemindahan ini dilakukan seiring dengan sudah masuknya hari efektip belajar setelah siswa melaksanakan Ujian Tengah Semseter (UTS) ganjil.

Meskipun masih dalam kondisi tanggap darurat,Supiah tetap bertekad untuk memberikan pendidikan dan pengajaran  seoftimal mungkin kepada para siswanya. sebelumnya , Sufiah merasa terkatung-katung karena tidak ada kepastian dari pemerintah   tentang nasib peserta didiknya , entah sampai kapan harus belajar ditenda.

Hingga akhirnya ia mengadukan permasalahan ini kepada ketua Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) Kabupaten Sumedang. Alhasil, respon positif dari ketua PGRI pun menjadi titik terang bagi sufiah berikut staf pengajar dan peserta didiknya.

" Setelah berkoordinasi dengan PGRI dan Disdik kami langsung mendapat persetujuan untuk menempati bangunan sekolah SDN Pasanggrahan 1," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, H Dedi Suhayat M.Pd mengaku ikut bertanggungjawab dalam memberikan solusi agar  siswa-siswi SDN Karangmulya tidak lagi belajar di dalam tenda.

" Saya selaku Ketua PGRI berusaha dan berupaya untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi para siswa dan guru yang terkena dampak bencana longsor ," ujarnya.

Sementara itu Bupati Sumedang Eka Setiawan mengatakan, terkait masalah pendidikan , pihaknya akan mengikuti minat siswa , apakah mereka akan tetap bersekolah di sekolah asal atau berpindah kesekolah lain mengikuti orang tuanya. (Asnur)

Perwakilan Mazia Tour and Travel memberikan bantuan kepada korban longsor
Mazia Tour and Travel Peduli Bencana Sumedang 

KOTA- Bukti peduli perusahaan jasa , Mazia Tour and travel kepada warga Sumedang yang terkena musibah tanah longsor pada hari selasa (20/9) september lalu, sejumlah bahan kebutuhan pokok , seperti beras, air mineral, peralatan bayi  serta sejumlah uang tunai dan sejumlah paket alat tulis diserahkannya di Gor Tadjimalela , Makodim 0610 Sumedang dan Desa Sukajaya, senin (  26/9).

Direktur Mazia Garuda Yaksa Tour and Travel , Habib Mahdi Alatas mengatakan, bhakti sosial ini merupakan bukti wujud kebersamaan kami dengan warga Sumedang yang selama ini terjalin baik.

" Jamaah yang ikut program bersama Mazia Tour and Travel   banyak dari Kabupaten Sumedang, " ujar Direktur perusahaan travel yang berlokasi di Jalan Raya Condet 1c, Balekambang, Jakarta Timur ini.

Semoga dengan kejadian  ini, lanjut Habib, warga Sumedang yang terkena musibah tanah longsor ditabahkan hatinya dan mendapatkan pahala atas kesabaran selama ini.

" Kami keluarga besar Mazia Tour and Travel turut berduka cita atas musibah ini," katanya.

(Asnur)
Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, Dedi Suhayat (Kanan)
menerima sumbangan dari sesama anggota PGRI untuk
dibagikan kepada guru-guru yang menjadi korban bencana
PGRI sumbang guru yang terkena bencana longsor

Kota-Perserikatan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumedang, merasa prihatin dengan sejumlah anggotanya yang terkena bencana longsor beberapa waktu lalu. Bahkan, ketua PGRI Kabupaten Sumedang, Dedi Suhayat, turut menjadi korban bencana tersebut.

" Memang sangat memprihatinkan, banyak anggota kami, bahkan termasuk saya selaku ketua juga kena bencana tersebut," katanya selepas penyerahan bantuan dari PGRI Kecamatan Jatinangor, Selasa (4/10).

Akibat bencana tersebut, Dedi yang saat ini mengungsi di wilayah Gending, menceritrakan jika ada sekitar 22 anggota PGRI Kabupaten Sumedang, harus meninggalkan rumahnya. Dan saat ini keberadaan para guru tersebut tersebar dimana-mana. " Banyak anggota PGRI yang akhirnya rekan-rekan pada ngungsi dimana saja. Ada yang bersama keluarganya bahkan ada juga yang sampai ngontrak. Kami sudah data mereka semua dan sudah kita laporkan ke PGRI pusat," ujar Dedi.

Dari kejadian tersebut, anggota PGRI lainnya turut simpati dan mengumpulkan bantuan untuk membantu rekannya sesama guru. Bahkan, tak hanya di Kabupaten Sumedang, melainkan bantuanpun datng dari Kabupaten lainnya seperti Majalengka dan Kota Sukabumi. Dari sumbangan tersebut, dana yang terkumpul sudah mencapai Rp 30 juta.

" Alhamdulillah, setelah bencana, kami dapat bantuan dari rekan guru di Sumedang dan Kabupaten lain. Dan itu ditujukan untuk memberikan bantuan kepada para guru. Sampai hari ini, kami bagikan bantuan berupa uang dan sembako. Adapun rincian bantuan tersebut yaitu dari Kabupaten Majalengka Rp 18 juta, Kota Sukabumi Rp 10 juta, PGRI Kecamatan Cibugel Rp 2,252.000, dan yang terbaru hari ini dari PGRI Kecamatan Jatinangor Rp 20 juta, jadi totalnya sekitar Rp 50 juta," tuturnya.

Bantuan yang telah terkumpul sudah diberikan langsung kepada para korban. Diantaranya adalah 3 sekolah yang terkena imbas bencana banjir dan longsor kemarin. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada korban meninggal dunia yang merupakan anak didik serta Operator sekolah. " Ada 3 sekolah yang terkena dampak bencana. Yaitu SD Sukasirna 1 dan 2, yang hancur karena lumpurnya masuk. Lalu, SD Karangmulya yang sekolahnya saat ini bisa berjalan karena diungsikan ke Kodim. Selain itu, kita berikan kepada korban meninggal, yaitu 2 orang anak didik dan ibunya yang juga operator sekolah," sebutnya.

Dengan kekompakan yang telah diberikan oleh PGRI Kabupaten Sumedang, diharapkan bisa bermanfaat bagi para anggota PGRI yang menjadi korban bencana alam. " Dengan kita berikan santunan kepada mereka, semoga ini bisa bermanfaat. dan saya ucapkan terimakasih kepada para anggota yang turut berpartisipasi menyumbang. Saya berharap, ini tidak dilihat dari nilainya, tapi ini merupakan kebersamaan dari PGRI," tuturnya. (Bay)
Mengolah Sampah secara Tuntas dan Ramah Lingkungan

Penemu Konsep Biomethagreen, DR. Muhamad Fatah Wiyatna, S. Pt, M. Si,
TINGGINYA volume sampah sisa rumah tangga dewasa ini menjadi permasalahan kompleks yang dihadapi di berbagai daerah, khususnya kota-kota besar.
Bila tidak dikelola dengan serius dan baik, volume sampah yang tidak terkendali ini menjadi ancaman serius bagi manusia.

Selain mencemari lingkungan dan menimbulkan bau busuk tak sedap, tumpukan sampah yang menggunung juga akan berdampak buruk pada kondisi kesehatan manusia.

Atas dasar kerpihatinannya pada masalah sampah tersebut, aktivis lingkungan, DR Muhamad Fatah Wiyatna, S. Pt, M. Si, berhasil membuat suatu konsep pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, dan ramah energi.

Bahkan setelah melalui berbagai proses hingga proses penyempurnaan konsep ini, dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad) ini mampu mengembangkan konsep pengelolaan sampah yang mampu menghasilkan energi listrik dan gas ramah lingkungan.

“ Konsep pengelolaan sampah ini saya sebut Biomethagreen. Konsep ini telah saya kembangkan dan diuji coba sejak tahun 2008. Sebelumnya, pada tahun 2007, di Fakultas Peternakan Unpad, dalam rangka program pengabdian masyarakat. Saya melakukan riset untuk pengelolaan limbah ternak, dan waktu itu belum tren biogas selain dari kotoran sapi. Karena biogas dari kotoran sapi ini tidak praktis dan menimbulkan bau tak sedap, kemudian awal 2008 saya mulai melakukan riset untuk biodigester,” kata pria yang beralamat di kepada Sumedang Ekspres di Kompleks Griya Taman Lestari Blok C5/1, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang belum lama ini.

Biodigester sendiri, kata dia, merupakan suatu sistem yang mempercepat pembusukan bahan organik. Darinya, terbentuk biogas dan senyawa-senyawa lain yang dihasilkan melalui pembusukan anaerob (suatu bakteri fakultatif yang dapat hidup dengan ataupun tanpa adanya oksigen).

“ Konsepnya sederhana, mengelola sampah melalui teknologi yang praktis, tuntas, dan ramah lingkungan. Jadi, berbahan baku sampah organik, kemudian sampah organik ini diolah dan dapat menghasilkan gas sebagai bahan bakar dan listrik yang ramah lingkungan, dan bahkan menghasilkan pula pupuk organik yang bebas dari bahan kimia serta bermanfaat bagi tanaman, ikan, dan lainnya. Tujuannya, agar sampah organik ini tidak menjadi limbah bagi lingkungan,” ujar sosok kelahiran Subang, 23 Oktober 1969 ini.

Dari penelitian, dan uji coba yang panjang itu, kata suami dari Inna Samsuminar ini, lahirlah konsep pengelolaan sampah yang disebut biomethagreen. Setelah konsep ini lahir, dimulai dari lingkungan rumahnya, dia berhasil mewujudkan lingkungan rumah yang bersih dengan pengelolaan sampah yang tuntas dan ramah lingkungan.

“ Setelah dicoba digunakan di rumah, Biomethagreen ini selain menjadi solusi pengelolaan sampah yang tuntas dan ramah lingkungan juga mampu menghasilkan bahan bakar gas, dan energi listrik sehingga kami tidak lagi merasa khawatir akan ketersediaan dua energi ini. Bahan Slurry (limbah) yang berasal dari biodigester yang berupa cairan ini menghasilkan pupuk organik yang tidak mengandung bakteri penyebab penyakit dan bahan berbahaya lainnya. Tetapi justru, memiliki nilai manfaat karena mengandung nutrisi atau unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman, ikan dan lainnya,” sebut ayah dari Syifa Zahidah, Hamzah Zainul Muttaqin, dan Nizar Taqiudien ini.

Seiring waktu, konsep Biomethagreen ini, ternyata mulai dilirik oleh banyak pihak. Selain digunakan sebagai pengelola sampah rumah tangga, Biomethagreen ciptaannya ini telah banyak digunakan oleh rumah tangga, juga oleh perumahan, perkantoran, pasar, rumah makan, hotel, peternakan, hingga rumah sakit diberbagai daerah di Indonesia.

“ Saat ini, selain Unpad, mitra kami juga dari institusi pemerintahan, BUMD, BUMN, hingga perbankan. Alhamdulillah biomethagreen banyak dimanfaatkan karena fungsinya dan berkat kesadaran masyarakat sendiri yang menginginkan lingkungannya bersih dari sampah, khususnya sampah organik. Karena sampah organik ini mampu dikelola secara tuntas dan ramah lingkungan. Dengan konsep ini pula saya berharap mampu memperpanjang umur dari tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) di tiap daerah, di Indonesia khususnya,” tuturnya. (Bay)
Keluarga Besar Trisakti School Of Transportation Jakarta ketika mengunjungi
korban bencana longsor dipengungsian Gor Tadjimalela, Sumedang 

Trisakti Jakarta bantu korban longsor

Kota-Bencana yang terjadi di Kabupaten Sumedang, terus menyedot perhatian dari berbagai pihak di tanah air. Kali ini bantuan tersebut datang dari Trisakti School Of Transportation, Jakarta. Head of Human Capital Development Transportation & Logistics, Muhammad Rifni, SE, MMTr, menerangkan jika kehadiran pihaknya di Kabupaten Sumedang merupakan salah satu gerakan sosial dalam menanggapi bencana alam yang menelan 4 korban jiwa.

" Kita ke Sumedang dalam rangka gerakan sosial dalam menanggapi bencana longsor kemarin. Dan kami itu disini sudah sejak tanggal 3 Oktober dan akan berakhir pada 4 Oktober. Disini kita ngenap di komplek pusdai islamik," katanya, Selasa (4/10).

Pada aksi sosialnya, Trisakti School Of Transportation, Jakarta diikuti oleh sekitar 55 orang yang terdiri dari 15 dosen, 1 Security dan 39 mahasiswa. Mereka turut memberikan bantuan sejumlah uang yang dikumpulkan dari para Civitas Akademika, Karyawan, Dosen dan Mahasiswa. Selain itu, mereka juga turut memberikan bantuan tenaga dengan membersihkan toilet dan sampah di lokasi pengungsian. Adapun kedatangan mereka yang terbilang terlambat, dikarenakan bencana di Kabupaten Sumedang dinilai tidak terpublish menyeluruh. " Bencana itu kan terjadi di Garut sama Sumedang. Nah. kita yang di Jakarta itu taunya yang di Garut saja. Memang yang di Sumedang mungkin tidak terpublish menyeluruh. Dan di Jakarta ini mungkin hanya Trisakti saja yang ke Sumedang, karena yang lain banyaknya ke Garut," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan mereka, dengan melihat lokasi longsor kemarin, menyatakan jika daerah tersebut terbilang rawan. Muhammad Rifni menyebutkan jika seharusnya daerah tebing di wilayah longsor tersebut idealnya dibentuk dengan konsep yang serupa dengan yang ada di jalan tol. " Liat aja perbukitan di jalan tol, itu tebingnya dibuatkan dinding beton atau bisa juga dengan batu pondasi," sebutnya.

Sementara itu, Penanggung jawab pelaksanaan baksos, STMT Trisakti, Jakarta, Otto Sugiharto menyebutkan jika pemerintah Sumedang harus segera melakukan pemulihan. Salah satunya adalah relokasi tempat.
" Kemarin ketemu sama pak bupati, tapi beliau bingung masih mencari anggaran relokasi. Jadi mungkin beliau harus koordinasi dengan selain Pemerintahan Daerah, dengan cara minta bantuan dari APBN," ujar Otto.

Selain itu, Otto juga menerangkan jika pihaknya terus memberikan dukungan moral terhadap para pengungsi yang sudah mulai bosan tinggal di pengungsian. " Kita juga berikan dukungan moral, karena belum tentu mereka senang dengan tempat baru, karena sudah terbiasa ditempat lama. Makanya kita berikan semangat agar mereka mau dipindahkan untuk kemajuan ekonominya," tuturnya. (Bay)
Manager PLN Area Sumedang, Ririn Rachmawardini, berfoto bersama
anak-anak pengungsi di Makodim 0610, Kabupaten Sumedang


PLN bagikan ratusan sepatu kepada anak-anak pengungsi Makodim

Kota-PLN Area Sumedang kembali memberikan bantuan kepada para korban bencana longsor. Kali ini, yang menjadi sasaran adalah anak sekolah. Manager PLN Area Sumedang, Ririn Rachmawardini, menerangkan jika PLN terus memberikan support terhadap warga yang terkena bencana longsor.

" Hari ini kita memberikan bantuan kepada anak sekolah yang ada di pengungsian Makodim 0610. Sebelumnya di daerah Gunung Puyuh, Kecamatan Sumedang Selatan, kami memberikan bantuan berupa alat tulis dan sebagainya. Tapi untuk di penampungan Makodim ini, kita khusus di sepatu dan kaos kaki saja," katanya.

Bantuan yang diberikan PLN kali ini adalah sekitar 320 pasang sepatu dan kaos kaki yang ditujukan kepada anak-anak sekolah. " Kalau beberapa waktu lalu, itu kan ada yang dari Lazis PLN area Sumedang. Sekarang, itu dari kami langsung," ujarnya.

Setelah sekitar 10 hari sebagian warga Sumedang dirundung bencana, Ririn berharap agar para korban dapat segera kembali ke keadaan sedia kala.

" Moga-moga segera ada solusi terbaik. Agar warga-warga disini kebutuhan sarana dan prasarananya tercukupi. Dan bisa kembali beraktifitas normal dan biasa lagi," harap Ririn.

Sementara itu, terkait akan adanya relokasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang, pihak PLN menyatakan siap support sepenuhnya. " Kalau saja Pemda sudah ada tempat untuk relokasi, kita sudah siap. Dari sisi material dan finansialnya PLN itu sudah siap. Kita tunggu kabar dari pemerintah saja," sebutnya. (Bay)


Tukang Bangunan Kesetrum

KOTA – Nasib naas dialami Kamil Wahyudin (57). Warga Dusun Cilimus, RT 03 RW 02, Desa Mekarmulya, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang itu tersengat listrik saat bekerja sebagai tukang bangunan di sebuah ruko di Dusun Pakemitan RT 04 RW 05, Desa/Kecamatan Situraja, belum lama ini.

Akibatnya, dia mengalami luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya. Beruntung, nyawanya masih bisa terselamatkan berkat pertolongan cepat warga yang selanjutnya dibawa ke UGD RSUD Sumedang.

Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai melalui Kabag Ops, Kompol Setya Widodo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, saat itu korban sedang bekerja di sebuah ruko yang dekat dengan jaringan listrik.

“Iya benar kejadiannya kemarin hari Selasa (4/10) sore di Situraja. Korban saat itu langsung di larikan ke RSUD Sumedang, karena mengalami luka serius,” katanya kepada, kemarin.

Awal mula kejadian, katanya, pada saat korban sedang bekerja sebagai buruh bangunan, secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang melintang tepat di depan bangunan baru tempat korban bekerja. Diketahui lokasi tempat kejadian berupa ruko, dan bangunannya terlalu menjorok ke luar sehingga berdekatan dengan kabel listrik yang melintang.

Akibat kejadian tersebut, korban, Kamil terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. “Korban pada saat itu langsung dilarikan ke RSUD agar mendapatkan penanganan medis. Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka bakar hingga 85 persen lebih,” tutur Setya Widodo. (bay)
Wakapolres Bandung, Kompol Tri Suryanti (Kiri)


Leli jadi korban senapan angin

Jatinangor-Telah terjadi dugaan penembakan terhadap salah seorang karyawati Kahatek, yang terjadi pada Kamis (6/10) pagi, sebelum jam kerja dimulai. Korban penembakan tersebut adalah warga Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Leli Novalianti (39).

Wakapolres Bandung, Kompol Tri Suryanti, menjelaskan jika penembakan tersebut dilakukan oleh pelaku bukan dengan menggunakan senjata api, melainkan hanya senapan angin biasa.

" Kalau berdasarkan laporan awal, kejadian tersebut terjadi saat korban dalam perjalanan Bandung-Garut. Dan itu bukan menggunakan senapan api, melainkan senapan angin biasa," katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (6/10).

Terkait alasan pelaku melakukan penembakan terhadap korban tersebut, pihak polres Bandung masih melakukan penyelidikan. " Kita belum tahu motifnya seperti apa, sekarang masih dalam lidik sidik oleh reskrim Polsek Rancaekek," ujar Kompol Tri.

Sementara itu, nasib korban penembakan, Leli, masih terbilang beruntung tidak mengalami luka serius atau sampai kehilangan nyawanya. " Alhamdulillah enggak apa-apa, korban hanya mendapatkan luka dibagian pinggangnya saja," sebutnya. (Bay)
Pelantikan Pengurus Baru Golkar,
Akan Tampil Beda



Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Sidik Jafar (Kanan) berbincang dengan
Kabag Ops Polres Sumedang, Kompol Setya Widodo, di lokasi pengungsian, baru-baru ini

Kota-DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, sebentar lagi akan melaksanakan pelantikan kepengurusan yang baru. Acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2016 mendatang di daerah Panyirapan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara.

Ketua terpilih DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Sidik Jafar, membenarkan akan adanya pelantikan tersebut. Ia juga menerangkan jika saat ini tengah melakukan sejumlah persiapan. " Untuk pelantikan nanti, kami sudah melakukan persiapan administrasi seperti melayangkan surat izin tempat lokasi, izin keramaian ke polsek dan polres, serta menyiapkan undangan baik untuk Muspida maupun tokoh masyarakat," katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (6/10).

Selain itu, Sidik Jafar juga menerangkan jika nuansa pelantikan kali ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena, selain pelantikan, DPD Golkar juga akan sembari melakukan kegiatan sosial. " Rencana kita pelantikan akan sangat sederhana sambil sosial. Nanti ketua dari Jawa Barat, pa Dedi Mulyadi ingin melihat anak yang kembar siam," ujarnya.

Keinginan ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membesuk anak yang kembar siam, disambut antusias oleh para kadernya. Karena acara pelantikan yang diwarnai oleh kegiatan sosial, akan memberikan kesan bermakna bagi seluruh pengurus. " Iya kami senang sekali karena nanti akan ada kunjungan dari DPD golkar Provinsi Jawa Barat, H Dedi Mulyadi. Beliau rencananya akan menengok anak yang kembar siam di daerah  Panyirapan, Desa mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara. Ini akan memberikan kesan tersendiri bagi kami di jajaran pengurus, karena susana pelantikan kali ini akan terasa berbeda dengan yang sebelumnya," kata pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, H Deden Yayan. (Bay)
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Romansah (Kanan)


Komisi D Dorong Pemerintah Pusat Perhatikan Jalur Nyalindung-Tomo

Kota-Adanya jalan amblas di jalur Sumedang - Cirebon, menjadi momok mengerikan bagi sejumlah pengendara yang biasa lewat di jalur tersebut. Amblasnya jalan hingga ketebalan 30 cm tersebut, sempat mengganggu arus lalulintas. 

Namun demikian, kondisi tersebut kini sudah mulai teratasi dengan dilakukannya pemadatan jalan oleh pihak PU. Oleh karena itu, arus lalu lintas pun kini sudah mulai lancar.
" Sudah dilakukan perbaikan jalan dengan pemadatan oleh dinas PU, dan untuk arus lalulintas kini sudah bisa dilalui dua arah," kata Kapolres Sumedang AKBP Agus Iman Rifai, melalui Ka Sub Bag Humas, AKP Dadang Rostia, Kamis (6/10).

Sementara itu, DPRD Kabupaten Sumedang belum bisa melakukan banyak hal, sehubungan jalur tersebut merupakan kewenangan pusat. " Itu sebenarnya kewenangan pusat, tapi itu juga memang mengganggu arus lalulintas. Tapi syukurlah, sekarang sedang dilakukan pengurugan terhadap jalan amblas tersebut agar bisa kembali dilalui," ujar ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Romansah, Kamis (6/10).

Melihat kondisi seperti itu, Dadang berharap pemerintah pusat bisa memperhatikan secara teknis di sepanjang jalur Tomo - Nyalindung. Karena daerah tersebut merupakan daerah rawan amblas. " Ini kejadian bukan hanya sekali, menurut saya bagusnya dengan kondisi tersebut harus dilakukan pembetonan," sebutnya.

Terkait kejadian tersebut dikatakan berbagai pihak, jika salah satunya akibat sering dilalui truk muatan besar, Dadang menyarankan agar dilakukan pengkajian terlebih dahulu. " Masalah kendaraan tonase tinggi, ya itu harus dikaji lagi. Karena memang kondisi tanah disana yang labil. Ditambah saat ini curah hujan juga sedang tinggi," tuturnya. (Bay)

Rabu, 05 Oktober 2016


Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang, Yogie Yaman Sentosa,
Usulkan penambahan anggaran untuk dana tak terduga pada perubahan APBD

DPRD Tambah Anggaran Tak Terduga Hingga Rp 1,5 M
KOTA – Rawannya kejadian bencana dan berbagai hal yang tak dinginkan, DPRD Kabupaten Sumedang menambah anggaran untuk dana tak terduga yang awalnya Rp500 juta menjadi Rp1,5 Miliar. Hal itu telah disepakati pada perubahan APBD.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang, Yogie Yaman Sentosa, membenarkan adanya tambahan anggaran tersebut. “Memang benar, pada perubahan APBD kemarin. Nantinya itu bisa digunakan untuk tanggap darurat bencana seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” katanya kepada Sumeks, Senin (3/10).
Selain itu, tambah Yogie untuk tanggap bencana, akan mendapat tambahan bantuan dari provinsi dan pemerintahan pusat. “Nanti, diluar itu akan ada juga bantuan dari pemerintahan provinsi dan pemerintahan pusat untuk bencana yng terjadi di Sumedang. Tapi memang untuk nilainya belum ada kejelasan. Nanti ditetapkan di evaluasi APBD setelah ada evaluasi APBD dari Gubernur,” ujarnya.
Yogie menjelaskan, jika anggaran tak terduga tersebut merupakan anggaran yang biasa sulit terserap. “Memang dana tak terduga disiapkan dalam APBD itu untuk antisipasi hal-hal yang tak terduga. Dan ini yang biasanya setiap tahun itu tidak terserap,” sebutnya.
Saat ditanya akan digunakan untuk apa anggaran tersebut saat ini, Yogie menyerahkan semuanya terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. “Nanti eksekutif yang akan mengusulkan untuk apa dana ini dapat bisa terserap,” tuturnya. (bay)


Sumedang butuh Wakil Bupati
KOTA – Tidak adanya wakil bupati di pemerintahan Kabupaten Sumedang, membuat kinerja Bupati Sumedang, Eka Setiawan semakin keteteran. Hal tersebut disampaikan ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumedang, Azat Sudrajat.
Azat mengatakan, walaupun tanpa seorang wakil bupati, Kabupaten Sumedang akan baik-baik saja dalam tata pemerintahannya. Namun hal tersebut harus berbanding lurus dengan kinerja Eka dan para eksekutif lainnya.
“Baik-baik sajanya ya tergantung eksekutif itu sendiri. Tapi kan ada Undang-undang tentang keberadaan Wakil Bupati disana. Itu ditujukan supaya kinerja pemerintahan bisa lebih baik. Jadi tetap saja akan lebih baik lagi jika memang wabup itu ada,” katanya ketika dikonfirmasi Sumeks, Senin (3/9).
Azat juga mencontohkan, bagaimana keteterannya Bupati Eka Setiawan yang baru-baru ini terjadi. Seperti kemarin ada PON, Pembahasan APBD Perubahan di DPRD, dan adanya Bencana longsor. Otomatis, ketika tidak ada wabup, konsen bupati terpecah kemana-mana.
“Apabila ada wakil kan tugas itu bisa dibagi-bagi. Walaupun memang baik-baik saja, tapi energi terkuras, APBD molor keputusannya, PON dipending pas hari H bencana,” ujarnya.
Selain itu, tanggapan lain datang dari Anggota Komisi II, DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs. Agus Welianto Santoso, SH. Ia mengatakan jika secara politik otoritasnya, etikanya adalah PPP yang harus menentukan sikap.
“Sejarah dan RPJMD politik Sumedang, pemilu yang melegimitasi program pemerintah Sumedang adalah saham dari PPP. Sekalipun Undang-undang pengangkatan bupati Eka seumur jagung, tapi agenda politik pembangunan Sumedang yang sudah jadi komitmen masyarakat Sumedang memilih paket alm H Endang Sukandar dan Ade Irawan harus di jalankan,” tuturnya.
Sementara itu, DPRD Kabupaten Sumedang masih terus menunggu usulan dari bupati untuk menempati wakil bupati Sumedang. “Ya kami dari DPRD Kabupaten Sumedang, menunggu usulan dari saudara bupati. Pa bupati, yang saya tahu sampai saat ini baru menerima usulan wakil bupati dari Partai Demokrat selaku pengusung Pilkada 2013. Dan dari PPP sendiri, informasinya belum memberikan nama calon untuk wakil bupati,” kata anggota Komisi A, DPRD Kabupaten Sumedang, Zulkifli M Ridwan, SE, MM. (bay)

Kabag Ops Polres Sumedang, Kompol Setya Wiodo, ketika diwawancarai sejumlah wartawan
Belum ada yang jadi korban Dimas Kanjeng di Sumedang
KOTA – Terkait adanya kejadian penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng (DK) atau Taat Pribadi, yang memakan korban hingga pelosok nusantara. Polres Sumedang memastikan di wilayah Kabupaten Sumedang, aman.
Adapun sebelumnya diberitakan bahwa ada salah seorang warga Kecamatan Sukasari yang hampir menjadi korban, itu bukan jadi acuan jika di Kabupaten Sumedang akan banyak korban penipuan tersebut.
“Sehubungan dengan terjadinya beberapa kasus atau tindak pidana penipuan terkait dengan munculnya padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, di Probolinggo, Jawa Timur, sampai saat ini Polres Sumedang belum menerima pengaduan masyarakat yang merasa jadi korban Dimas Kanjeng,” Kata Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai melalui Kabag Ops Kompol Setya Widodo, ketika dikonfirmasi Sumeks, Selasa (4/10).
Namun, terkait kejadian tersebut, AKBP Agus telah memerintahkan terhadap jajarannya di setiap Polsek untuk terus menggali informasi, khawatir akan adanya korban penipuan tersebut.
“Untuk itu, Kapolres sudah memerintahkan kepada setiap Kapolsek untuk dilakukan pengecekan oleh para babinkamtibmas. Selain itu, kita juga akan melakukan penyelidikan manakala terdapat masyarakat yang menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng,” ujarnya.
Walaupun melihat keberadaan dari Padepokan Dimas Kanjeng yang berada jauh di Provinsi Jawa Timur, Polres Sumedang tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan bentuk kejahatan penipuan.
“Karena lokasinya memang sangat jauh, mudah-mudahan di Sumedang tidak ada korban. Namun, kepada masyarakat, kami menghimbau agar tidak terlalu mudah percaya kepada siapa pun yang memberikan harapan dan iming-iming yang tidak jelas atau tidak masuk akal. mengingat kegiatan dalam penggandaan uang dalam cara apapun, itu tidak dibenarkan, baik dalam agama atau undang-undang,” sebutnya. (bay)




Yogie apresiasi adanya rotasi di tubuh pemda

Kota-Keinginan Bupati Eka Setiawan untuk melakukan rotasi terhadap sejumlah SKPD di tubuh pemerintahan Kabupaten Sumedang, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Pasalnya, saat ini masyarakat butuh pelayanan yang optimal dari pemerintah daerah.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang, asal Partai Golkar, Yogie Yaman Sentosa, menilai jika rotasi yang akan dilakukan oleh Bupati Sumedang, Eka Setiawan, memang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas pelayanan public. “ Tingginya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan public, mungkin menjadi salah satu alas an yang tepat untuk melakukan rotasi di dalam tubuh Pemda,” Katanya ketika dihubungi Sumedang Ekspres melalui telepon selular, Senin (18/7).
Yogie, yang saat ini sedang melakukan perjalanan dinas luar kota bersama anggota Badan Anggaran (Banggar) lainnya, menyarankan agar Bupati bisa selective memilih SKPD mana yang perlu dilakukan rotasi. “Sekarang Bupati tinggal menilai saja berdasarkan target kinerja. SKPD mana yang tidak memenuhi target itu, jadi akan memudahkan untuk melakukan rotasi. ini perlu karena ada korelasinya dengan kualifikasi dan kompetensi dari setiap kepala SKDP. Itukan bisa dilihat dari segi kinerja, karena itu sudah komitmen bersama antara kepala daerah dengan SKPD,” ujar Yogie.
Selain itu, adanya rotasi tersebut jangan berdasarkan suka atau tidak suka. Akan tetapi harus melakukan rotasi demi kepentingan masyarakat Sumedang. “  Jangan karena suka atau tidak suka sama kepala dinasnya. Dan memang ketika jadi bupati perlu memiliki satu tim yang solid sehingga harus melakukan perubahan baik di eselon 2 maupun 3 atau 4,” sebutnya.
Sementara itu, Yogie yang juga menjabat sebagai ketua Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapperda) menilai ada beberapa SKPD yang memang strategis untuk dilakukan rotasi. “ Biasanya yang menjadi sorotan masyarakat itu kan tidak jauh dari Infrastruktur, pendidikan dan kependudukan. Nah Bupati tinggal menilai saja, apakah dinas-dinas terkait sudah mencapai target kinerja atau belum. Apalagi kalau didalam RPJMD berarti sekarang sudah memasuki tahun ke 3,” tuturnya. (Bay)






Agung Urungkan niat masuk Golkar

Kota-Moh Agung Anugrah pastikan akan urungkan berada di tubuh Partai Golkar. Hal itu disampaikan langsung oleh Agung, kepada Sumedang Ekspres, Minggu (18/9). Pernyatan tersebut dipicu dari kekecewaan Agung karena Parti Golkar tidak mengindahkan kesepakatan yang sebelumnya telah dijanjikan kepada Agung.
“ Iya, ketika kemarin saya diminta untuk berada di struktur Golkar, tapi saya menyatakan dengan rasa hormat, saya menolaknya. Sebetulnya saya merasa tersanjung dengan tawaran itu. Namun saya sudah berpikir ulang dengan matang, bahwa sekarang ini belum saatnya untuk bergabung dengan partai manapun,” katanya kepada Sumedang Ekspres, melalui telepon selullar, minggu (18/9).
Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, ia pun turut membeberkan awal mulanya ia masuk kedalam kemelut partai Golkar sejak ramadhan lalu. “ Harus diakui, sebagai sebuah kekuatan politik, Golkar adalah partai yang sexy di mata mereka yang berniat bertarung pada Pilkada 2018. Partai golkar juga merupakan partai yang cukup untuk mencalonkan diri tanpa harus berkoalisi dengan partai lainnya. Maka dari itu, ketika bulan Ramadhan lalu, H. Taufik Gunawansyah menawari saya untuk bergabung, sontak saja saya tertarik. Bersama para kader lain, saya ikut menyukseskan jalannya Musda yang salah satunya menghasilkan Sidik Jafar sebagai Ketua DPD Golkar baru,” ujarnya.
Namun demikian, seiring akan masuknya Agung di dalam tubuh Golkar, malah memicu pro dan kontra dari beberapa tokoh yang telah lama berkiprah di Golkar. Pada saat ini Agung harus dihadapkan dengan pandangan bahwa pengusaha kopi tersebut merupakan kader ‘karbitan’, ‘ujug-ujug’ yang tidak mensejarah. “ Namun saat itu saya berpikir, apa salahnya dengan memulai satu hal baru? Bukankah semua hal ada awalnya? Bahkan pak Setya Novanto pun meminta kaum muda untuk bersama-sama membesarkan Golkar,” sebut Agung.
Setelah merasa tertarik dengan tawaran Taufik Gamawansyah, Agung yang sempat dipertemukan dengan Ketua DPD Partai Golkar Jabar, H. Dedi Mulyadi, maka terbentuk sebuah kesepakatan bahwa Agung akan berada di struktur Golkar untuk berjuang bersama Golkar. Namun, di tengah-tengah perjalanan, Agung mengatakan jika dirinya merasa ada komitmen yang tidak dipenuhi oleh partai berlambang beringin tersebut. “ Saya tak perlu panjang lebar soal bentuk komitmen itu, namun yang jelas saya merasa tidak diberi ruang dan kesempatan untuk menjelaskan berbagai hal,” ungkapnya.
Dengan demikian, hingga saat ini Agung memilih enggan untuk berkiprah di partai manapun, termasuk di partai Golkar. “ saya tetap menghormati Partai Golkar. Walaupun sebelumnya ada pihak-pihak yang tidak menyukai keberadaan saya di partai ini, Saya ikhlas dan legowo. Mungkin memang belum saatnya saya berkiprah di partai,” tuturnya.
Sementara itu, walaupun Agung mengurungkan niatnya dari partai Golkar, ia menyatakan akan tetap berusaha untuk terus membangun Kabupaten Sumedang. “ Ini tidak menyurutkan niat saya untuk membuat Sumedang lebih baik. Kondisi ini adalah pelajaran berharga buat saya, bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan penuh ketekunan, kesabaran dan ikhtiar lebih kuat untuk mencapai satu tujuan,” tegasnya.
Berkaitan dengan rekomendasi Musda soal Pilkada yang menyatakan jika ia akan diusung untuk menjadi calon bupati usungan partai Golkar, Agung menanggapi jika hal tersebut terlalu cepat untuk disampaikan kepada public. “ Saya menyampaikan rasa respek yang tinggi terhadap hal tersebut. Namun ya harus diakui, sesungguhnya belum saatnya bagi Golkar untuk menyebut nama seseorang untuk pilkada yang baru digelar dua tahun mendatang,” kata Agung.

Dan Agung juga menambahkan, jika tidak menutup kemungkinan suatu saat dirinya akan kembali masuk ke partai lain. “ Saya akan mengikuti mekanisme partai manapun bila memang kelak di kemudian hari ada peluang bagi saya untuk mencalonkan diri dalam pilkada. Untuk saat ini, saya akan fokus pada upaya mengembangkan kewirausahaan bagi warga Sumedang,” tuturnya menambahkan. (Bay)